Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

PERDAGANGAN Inas N. Zubir: Merembesnya Gula Rafinasi, Siapa Penyebabnya? 27 Jun 2017 14:09

Article image
Inas N. Zubir, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Hanura (Foto: Ist)
Dari neraca gula rafinasi, masyarakat dapat membaca kebocoran tersebut sumbernya darimana, yakni apakah rekomendasi impor raw sugar dari Kementerian Perindustrian sudah sesuai dengan kebutuhan nasional industri makanan dan minuman

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita telah menunda pelaksanaan lelang gula rafinasi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari Inas N. Zubir, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Hanura.

Menurutnya, keputusan tersebut tidak lepas dari rangkaian upaya Komisi VI untuk mengkritisi atau bahkan membatalkan kebijakan Mentri Perdagangan yang berbau KKN dalam tata niaga industri gula rafinasi (import raw sugar). 

Selama ini, Enggar mempersoalkan tentang rembesan gula rafinasi yang seharusnya diperdagangkan untuk industri makanan dan minuman, tapi merembes dipasar untuk konsumsi umum.

"Enggar mencurigai penyebab merembes-nya gula rafinasi adalah tidak terkontrolnya pembelian gula rafinasi dari industri gula rafinasi ke industri makanan minuman, padahal bisa juga rembesan tersebut bersumber dari industri gula rafinasi itu sendiri. Komisi VI sudah berkali-kali meminta data neraca gula rafinasi kepada menteri perdagangan, selalu saja tidak bisa diberikan dengan berbagai alasan," ujarnya dalam keterangan pers pada Senin (26/6/2017).

Inas menegaskan, dari neraca gula rafinasi, masyarakat dapat membaca kebocoran tersebut sumbernya darimana, yakni apakah rekomendasi impor raw sugar dari Kementerian Perindustrian sudah sesuai dengan kebutuhan nasional industri makanan dan minuman.

“Atau apakah ijin import raw sugar yang diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan sudah sesuai dengan rekomendasi import raw sugar dari Kementrian Perindustrian? Jangan-jangan ijin import raw sugar yang dikeluarkan oleh Kementrian Perdagangan justru melebihi rekomendasi port raw sugar dari Kementerian Perindustrian,” ujarnya.

Setelah libur hari raya, Komisi VI DPR-RI akan segera mengaktitkan kembali panja gula yang hampir 1 tahun ini vakum agar kembali bekerja untuk menyelidiki kebenaran adanya KKN dalam perijinan import raw sugar di Kementerian Perdagangan.

 

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar