Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PERDAGANGAN Indonesia dan Chile Targetkan IC-CEPA Selesai Akhir 2017 22 Aug 2017 18:16

Article image
Trade in Goods (TIGs) Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership (IC-CEPA) di Jakarta (Foto: Humas Kemendag)
Pembahasan akan masuk pada isu yang paling substansial, yaitu pembahasan permintaan dan penawaran pertama produk yang akan ditawarkan masing-masing negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Indonesia dan Chile memulai perundingan putaran ke-4 Trade in Goods (TIGs) Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership (IC-CEPA) pada 21-23 Agustus 2017 di Kantor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan selaku Ketua Tim Perundingan, Iman Pambagyo, menyatakan kedua negara berkomitmen menyelesaikan perundingan ini pada akhir 2017.

“Pada putaran sebelumnya, kedua negara lebih fokus menyamakan persepsi dan membahas draft teks di masing-masing Working Group (WG) dan berhasil menyepakati beberapa pasal. Pada putaran kali ini, pembahasan akan masuk pada isu yang paling substansial, yaitu pembahasan permintaan dan penawaran pertama produk yang akan ditawarkan masing-masing negara,” ujar Iman dalam perundingan IC-CEPA di Jakarta, kemarin, Senin (21/8/2017).

Perundingan putaran ke-4 ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan perundingan putaran ke-3 yang dilaksanakan pada 15-16 Juni 2017 di Santiago, Chile. Kali ini kedua pihak membahas isu-isu yang terbagi dalam 4 WG, yaitu WG on TIGs, termasuk di dalamnya akses pasar, trade remedies dan indikasi geografis; WG on Rules of Origin (ROO); WG on Cooperation; dan WG on Legal Issues.

Sebelum putaran ke-4 ini, pada 15-16 Agustus 2017, kedua negara juga telah melakukan pertemuan intersesi untuk membahas isu sanitari dan fitosanitari (SPS) dan technical barriers to trade (TBT) di Kantor Kemendag. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Chile berhasil menyepakati sebagian besar pasal-pasal dalam SPS dan optimis akan selesai sebelum perundingan selanjutnya.

“Perundingan ini merupakan perundingan TIGs CEPA pertama yang dilakukan Indonesia dengan negara Amerika Latin. Indonesia sendiri telah kalah jauh dari negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand yang telah terlebih dahulu mendapatkan preferensi tarif melalui kesepakatan FTA dengan negara Amerika Latin, salah satunya Chile. Meskipun demikian, IC-CEP diharapkan dapat menjadi game changer bagi hubungan kerja sama ekonomi kawasan Asia Tenggara dengan kawasan Amerika Selatan,” ungkap Iman.

Setelah perundingan ke-4 selesai dengan hasil yang memuaskan, kedua negara sepakat melakukan putaran berikutnya pada Oktober 2017 di Chile. Diharapkan sebelum akhir tahun negosiasi telah disepakati. Oleh karena itu, pada putaran berikutnya kedua ketua juru runding akan lebih fleksibel dan pragmatis dalam negosiasi dengan semangat menyelesaikan perundingan sehingga tetap dapat menghasilkan dokumen yang bekualitas dan saling menguntungkan kedua negara.

Delegasi Indonesia pada putaran ke-4 ini akan diperkuat perwakilan dari Kemendag, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kemen Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Keluatan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI)-Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Sekilas Perdagangan Indonesia-Chile

Kinerja perdagangan Indonesia-Chile dalam lima tahun terakhir (2012-2016) mengalami penurunan sebesar 12,09%. Meskipun demikian, total perdagangan kedua negara meningkat sebesar 23,42%, dari USD 101,53 juta di tahun 2016 menjadi USD 125,30 juta di awal semester I 2017.

Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Chile di awal semester 2017 adalah footwear with outer soles of rubber (USD 11,7 juta) dan Motor cars and other vehicles for transport of persons (USD 4,19 juta). Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Chile adalah iron ores and concentrates (USD 23,3 juta) dan buah anggur (USD 16,02 juta).

--- Ernie Elu Wea

Komentar