Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Unggul dari Maladewa, Indonesia Jadi Wakil Asia Pasifik di Dewan Keamanan PBB 09 Jun 2018 09:56

Article image
Majelis Umum PBB saat melakukan penghitungan suara untuk memilih lima negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan di New York (Foto: AFP)
Indonesia mendapat 144 suara dari 193 negara anggota PBB. Indonesia akhirnya terpilih setelah unggul dari Maladewa yang hanya memperoleh 46 suara.

 

NEW YORK, IndonesiaSatu.co-- Indonesia akhirnya terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melansir dari AFP seperti diberitakan Kompas.com, dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB yang dilangsungkan di New York, Jumat (8/6/18), Indonesia mendapat 144 suara dari 193 negara anggota PBB. Bersama dengan Afrika Selatan, Republik Dominika, Jerman dan Belgia, Indonesia akan menjalankan tugas sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk tahun 2019 dan 2020.

Dijelaskan, setiap kandidat negara memerlukan sedikitnya dua pertiga dari total suara yang masuk untuk dapat menempati kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan. Sebanyak 190 dari total 193 anggota PBB memberikan suaranya dalam pemilihan kali ini. Setiap kandidat negara mewakili regional masing-masing. Indonesia dan Maladewa bersaing untuk menjadi wakil kawasan Asia Pasifik. Indonesia akhirnya terpilih setelah unggul dari Maladewa yang hanya memperoleh 46 suara.

Setiap regional memiliki aturan tersendiri dalam menentukan kandidat negara untuk maju dalam pemilihan anggota Dewan Keamanan. Uni Afrika sepakat kali ini memberikan kursinya di Dewan Keamanan pada Afrika Selatan dan dalam pemungutan suara mendapat 183 suara. Republik Dominika juga menjadi kandidat untuk wilayah Amerika Latin melalui konsensus dan memperoleh 184 suara dalam voting Majelis Umum PBB. Sementara Jerman yang mendapat 184 suara dan Belgia dengan 181 suara menjadi wakil dari wilayah Eropa Barat.

Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 negara anggota, yang terbagi menjadi lima negara anggota tetap, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, Perancis, China dan Rusia, serta 10 negara anggota tidak tetap. Untuk negara anggota tidak tetap dipilih masing-masing lima negara setiap tahunnya melalui pemungutan suara Majelis Umum PBB dan akan menjabat selama dua tahun. Sebelum menjalankan tugasnya, masing-masing negara terpilih akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai protokol dan kebiasaan Dewan Keamanan. Duta besar dari masing-masing negara terpilih akan memimpin dewan untuk jangka waktu satu bulan selama mandat mereka.

Rekam Jejak Indonesia

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang baik saat mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) periode 2019-2020. Hal itu disampaikan Menlu RI saat menghadiri Resepsi Diplomatik pencalonan Indonesia jelang pemilihan anggota DK PBB di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, seperti dikutip Antara.

Menlu Retno dalam sambutannya meyakinkan para duta besar dan diplomat negara sahabat mengenai komitmen Indonesia sebagai mitra sejati perdamaian dunia dalam berkontribusi untuk perdamaian dan kestabilan dunia.

“Rekam jejak Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan global dapat dilihat dari berbagai aksi dan kontribusi yang dibangun dalam beberapa dekade. Terkait isu kemanusiaan, Indonesia hadir dan berada di depan saat negara-negara anggota PBB membutukan bantuan kemanusiaan, termasuk pada saat bencana alam di Haiti, Fiji dan Nepal, juga kontribusi para pegiat kemanusiaan Indonesia yang saat ini berada antara lain di Cox Bazaar, Rakhine State, Gaza dan Marawi,” ungkapnya.

Terkait dengan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia, Menlu RI mengutarakan fakta mengenai ribuan anggota pasukan perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di berbagai misi perdamaian PBB di seluruh dunia. Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan sebagian contoh dari kontribusi Indonesia dan pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk terus berkotribusi bagi upaya perdamaian dan kesejahteraan dunia.

"Rekam jejak suatu negara tidak dapat dibentuk dalam satu hari atau bulan," tandas Menlu Retno.

Adapun kampanye Indonesia untuk DK PBB telah dimulai sejak peluncurannya pada 2016 di New York dan selalu mengusung prioritas Indonesia untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, memastikan sinergi antara melanggengkan perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan, serta memerangi terorisme, radikalisme dan ekstremisme. Indonesia sebelumnya pernah menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

--- Guche Montero

Komentar