Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

TAJUK Indonesiasentris 15 May 2017 06:01

Article image
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana ketika meninjau secara langsung pembangunan Trans Papua. (Foto: Ist)
Pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah saat ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas yakni menyatukan dan memperkuat identitas bangsa sebagai satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air.

BARU-BARU ini, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja Lintas Nusantara. Lima hari Kunjungan Kerja Lintas Nusantara yang dimulai sejak Sabtu (6/5/2017) hingga Rabu meliputi empat provinsi, yakni Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, dan Papua. 

Apa yang dilakukan Presiden ini merupakan komitmennya akan visi “Indonesiasentris”. Pembangunan tidak hanya terfokus di Jawa, tetapi diperuntukkan ke seluruh Indonesia. Karena itu pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah saat ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas yakni menyatukan dan memperkuat identitas bangsa sebagai satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air.

Visi pembangunan ‘Indonesia-Sentris’ menjadi tanggapan dari Pemerintahan Presiden Jokowi atas ketimpangan dan ketidakadilan dalam kebijakan pembangunan selama ini yang tersentralisasi dan terfokus pada pulau Jawa saja. Sentralisasi pembangunan menyebabkan ketimpangan, ketidakadilan dan belum dirasakannya makna ‘Indonesia’. dalam arti kesejahteraan di wilayah-wilayah di luar Jawa, terutama daerah-daerah terluar/terdepan Indonesia.

Indonesiasentris adalah konsep yang mencakup gagasan kebangkitan nasional dan persatuan Indonesia untuk bersama-sama mensejahterakan bangsa. Dalam visi ini tercakup di dalamnya upaya untuk mewujudkan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Membangun Indonesia dari pinggir” yang merupakan salah satu fokus Jokowi tidak menjadi jargon kosong tetapi menjadi kabar gembira ke seluruh pelosok nusantara.

Maka, tidak heran jika kita menemukan geliat pembangunan di seluruh tanah air: banyak infrastruktur mulai dari jalan tol, Trans Sumatera, Trans Papua, pelabuhan, jalan kereta api, tol laut, dan lainnya mulai dirasakan kehadirannya dan manfaatnya bagi kegiatan ekonomi dan sarana masyarakat.

Tampak jelas bahwa Presiden berusaha keras membangun keterhubungan atau konektivitas itu sangat penting dan mendasar karena menguntungkan keutuhan identitas bangsa Indonesia. Ini merupakan konsep ke-indonesia-an yang selama ini masih ter-fragmentasi karena berbagai kendala, baik itu kendala politik, budaya, ekonomi maupun infrastruktur.

Mari kita dukung visi Indonesiasentris demi Indonesia yang maju dan bersatu dalam kebhinekaan.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

 

Komentar