Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INDUSTRI Industri Smelter Suntik Investasi 3 Miliar Dolar AS 01 Feb 2018 09:12

Article image
Aktivitas pekerja di salah-satu pabrik smelter. (Foto: ist)
Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan industri logam yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan industri nasional tahun ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Investasi sektor industri smelter di tanah air saat ini tengah digalakkan. Langkah ini merupakan implementasi kebijakan hilirisasi industri yang dapat berpengaruh terhadap perekonomian nasional, dari peningkatan nilai tambah bahan baku hingga penyerapan tenaga kerja lokal serta penerimaan devisa hasil ekspor.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto, ada tambahan investasi sektor industri smelter. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan industri logam yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan industri nasional tahun ini.

“Pada awal tahun 2018, terdapat tambahan investasi sekitar USD3 miliar dari industri smelter, baik (melalui) ekspansi maupun investasi baru. Investasi baru ini juga akan menambah kapasitas produksi nasional sekaligus meningkatkan ekspor produk yang dihasilkan industri smelter tersebut,” ungkapnya seperti dikutip dari Siaran Pers Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (30/01).

Senada dengan Harjanto, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) Prihadi Santoso menyatakan rasa optimis para pelaku industri smelter nasional tahun ini. Hal ini didukung adanya prediksi peningkatan permintaan dari konsumen global di kawasan Eropa sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia. “Kami perkirakan prospeknya masih bagus. Negara-negara Eropa mengalami peningkatan, kecuali Inggris yang belum bisa ditebak. Ekonomi dunia juga diprediksi membaik,” ujarnya.

Sebagai tambahan, total penanaman modal sektor industri pengolahan dan pemurnian logam, diantaranya yaitu: investasi PT Fajar Bhakti Nusanara di Gebe Papua Barat untuk pabrik nickel pig iron senilai USD350 juta; investasi Virtue Dragon di Konawe Sulawesi Tenggara untuk pabrik ferronickel senilai USD2,5 miliar; dan investasi PT Kalimantan Surya Kencana untuk pabrik pengolahan tembaga sebesar USD135 juta.

--- Sandy Romualdus

Komentar