Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

MAKRO Inflasi November 2018 Tercatat 0,27 Persen 03 Dec 2018 22:03

Article image
Ilustrasi indeks harga konsumen. (Foto: ist)
Inflasi inti tetap terkendali yakni sebesar 0,22 persen (mtm), tetap stabil dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,29 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi inti pada November 2018 tersebut tercatat 3,03 persen (yoy).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co --Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2018 tetap terkendali dan mendukung pencapaian sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1 persen. Hal ini diungkapkan Bank Indonesia dalam siaran persnya pertanggal 3 Desember 2018.

Inflasi IHK pada November 2018 tercatat 0,27 persen (mtm), tidak banyak berbeda dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,28 persen (mtm). Inflasi yang terkendali dipengaruhi inflasi inti yang lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya serta inflasiadministered prices tetap terjaga, meskipun meningkat dibandingkan dengan kondisi bulan Oktober 2018. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara kumulatif sampai November 2018 tercatat 2,50persen (ytd) dan secara tahunan mencapai 3,23persen (yoy).

Inflasi inti tetap terkendali yakni sebesar 0,22 persen (mtm), tetap stabil dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,29 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi inti pada November 2018 tersebut tercatat 3,03persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu yang sebesar 2,94 persen (yoy).

Inflasi inti pada bulan November 2018 bersumber dari inflasi upah tukang bukan mandor, cat tembok, tarif sewa rumah, tarif pulsa ponsel, dan emas perhiasan. Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Inflasi volatile food pada November 2018 lebih rendah dari pola historis, meskipun meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya. Kelompok volatile food tercatat 4,32persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,48persen (yoy). Inflasi volatile food pada bulan November 2018 terutama bersumber dari komoditas bawang merah, beras, telur ayam ras, tomat sayur, dan wortel. Sementara itu, harga komoditas pangan lainnya seperti cabai merah, daging ayam ras, melon, pepaya, cabai rawit, dan minyak goreng menurun.

Inflasi kelompok administered prices tetap terjaga, meskipun meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya. Inflasi kelompok administered prices pada bulan ini. Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 3,07persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya sebesar 2,74persen (yoy).

Bank Indonesia memandang inflasi yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1persen. Ke depan, Bank Indonesia akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi tetap berada pada level yang rendah dan stabil.

--- Sandy Romualdus

Tags:
inflasi

Komentar