Breaking News

MAKRO Inflasi pada Bulan Ramadan Terkendali 10 Jun 2019 11:18

Article image
Ilustrasi inflasi Ramdahan yang dipengaruhi pergerakan harga volatile food. (Foto:ist)
Kenaikan inflasi IHK Mei 2019 dipengaruhi pola musiman inflasi kelompok volatile food pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Inflasi Mei 2019 yang bersamaan dengan bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri tetap terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2019 meningkat dari 0,44% (mtm) pada April 2019 menjadi 0,68% (mtm).

"Perkembangan inflasi IHK ini secara umum terkendali dan sesuai pola musiman pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, yang rata-rata dalam lima tahun terakhir mencapai 0,77%," kata Onny Widjanarko, Direktur Humas BI melalui siaran pers, hari ini (10/6).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK 2019 sampai Mei 2019 mencapai 1,48% (ytd), atau secara tahunan mencapai 3,32% (yoy).

"Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 3,5±1% pada 2019," katanya.

Kenaikan inflasi IHK Mei 2019 dipengaruhi pola musiman inflasi kelompok volatile food pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 2,18% (mtm) pada Mei 2019, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,59% (mtm). Inflasi volatile food terutama bersumber dari komoditas cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar dan diawetkan, telur ayam ras, cabai rawit, buah, dan sayur lainnya. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 4,08% (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,05% (yoy).

Inflasi kelompok administered prices sesuai pola musiman juga meningkat. Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,48% (mtm) pada Mei 2019, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,16% (mtm). Inflasi kelompok administered prices bersumber dari tarif angkutan antarkota, tarif angkutan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter, dan tarif parkir. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 3,38% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,17% (yoy).

Inflasi inti tetap terkendali, meskipun meningkat dibandingkan level bulan sebelumnya. Inflasi inti Mei 2019 tercatat 0,27% (mtm), meningkat dibandingkan inflasi April 2019 sebesar 0,17% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi inti ialah nasi dengan lauk dan gula pasir. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,12% (yoy), meningkat dibandingkan dengan level April 2019 sebesar 3,05% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar