Breaking News

INTERNASIONAL Inggris Tolak Opsi Pertukaran Kapal Tanker Iran 02 Aug 2019 09:37

Article image
Kapal tanker
Menlu Dominic Raab: opsi barter bukanlah “cara Iran bisa keluar dari masalah ini”.

LONDON,IndonesiaSatu.co – Kementerian Luar Negeri Inggris memastikan, pemerintahnya menolak opsi pertukaran kapal tanker dengan pemerintah Iran.

Seperti dilansir faz.net, Jumat (2/8/2019), hubungan kedua negara memburuk setelah masing-masing pihak menahan kapal tanker, yakni “Grace 1” milik Teheran dan kapal tanker “Stena Impero” yang berbendera Inggris.

Kedua kapal tanker tersebut ditahan di Selat Gibraltar dan Selat Hormuz. Kapal tanker "Grace 1" ditahan atas dugaan penyelundupan minyak mentah, sedangkan "Stena Impero" ditahan tanpa alasan mendasar.

Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan, penyelesaian masalah penahanan secara ilegal kapal berbendera Inggris harus mengikuti hukum internasional.

“Kami menolak tawaran atau opsi barter. Setiap orang atau negara yang menahan secara ilegal kapal berbendera Inggris harus mematuhi hukum internasional. Peraturan internasional harus ditegakkan,” ujar Menlu Raab di Bangkok, Thailand (Kamis, 1/7/2019).

Raab menambahkan, opsi barter bukanlah “cara Iran bisa keluar dari masalah ini”.

Sementara itu, perselisihan Iran dan AS juga meningkat setelah Presiden Trump memutuskan AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015 yang ditandatangani pada era pemerintahan Presiden Barack Obama.

--- Rikard Mosa Dhae