Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TAJUK Ingkar Kemerdekaan 11 Aug 2017 06:20

Article image
Kita akan berjuang mempertahankan kemerdekaan sampai kapanpun. (Foto: Ist)
Soekarno dengan jelas memperkirakan Indonesia setelah kemerdekaan: kita akan mempertahankan kemerdekaan melawan sesama bangsa kita sendiri!

PERJUANGANKU lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," demikian kata Soekarno dalam pidatonya setelah kemerdekaan. Soekarno dengan jelas memperkirakan Indonesia setelah kemerdekaan: kita akan mempertahankan kemerdekaan melawan sesama bangsa kita sendiri!

Melawan (sesama) bangsa sendiri, demikian awasan Soekarno. Awasan Soekarno kini mudah kita jumpai dalam segelintir pihak yang ingin menghapus konsensus kebangsaan Indonesia (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Penghapusan konsensus kebangsaan pada gilirannya akan dimanfaatkan untuk menyusupkan (praktik) ideologi yang tidak sesuai cita rasa kebangsaan Indonesia. Sistem negara khilafah yang coba meleburkan agama dan politik menjadi salah satu contoh upaya sistematis yang diajukan kelompok tertentu untuk menggantikan konsensus kebangsaan itu.

Kemerdekaan kita memang diuji terus, bahkan oleh sesama anak bangsa sendiri. Terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja hendak menghancurkan konsensus kebangsaan, maka jalan yang dapat dilakukan adalah melawan. Karena mereka secara sadar dan sistematis mengingkari tekad kemerdekaan yang dibangun dari konsensus itu.

Soekarno juga berkata: bangsa besar selalu menghargai jasa pahlawannya. Upaya melawan pihak-pihak yang mengingkari kemerdekaan Indonesia harus mencontohi semangat para pahlawan untuk berjuang bagi bangsa dan Negara sampai titik darah penghabisan.

Di sini kita yakin: semakin bangsa diuji, semakin bangsa menunjukkan keberadaannya.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar