Breaking News

NASIONAL Ini Kata Yenny Wahid tentang Isu SARA di Pilkada DKI Jakarta 13 Apr 2017 04:00

Article image
Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid. (Foto: Ist)
Perkembangan isu SARA terjadi karena ada sebagian masyarakat yang gampang sekali terpukau dengan pidato seseorang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid menyayangkan  berkembangnya isu Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA) dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

 Isu SARA ini, demikian Yenny, hampir sama pilpres di Amerika Serikat dengan fenomena Donald Trump.

"Kalau lihat fenonema Donald Trump berkuasa dengan isu agama, itu sama persis dengan sebagian orang di sini, menggunakan isu agama. Kalau di sini (Jakarta) yang dituding asing dan kalau di Amerika itu Islam. Sama," ujar Yenny di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Perkembangan isu SARA terjadi karena ada sebagian masyarakat yang gampang sekali terpukau dengan pidato seseorang

"Karena sebagian masyarakat kurang berpikir jauh, gampang terpukau pidato menggelora, menyalahkan orang lain, dan mau memilih orang itu," kata Yenny.

Yenny menambahkan bahwa isu SARA digunakan pihak-pihak tertentu demi keuntungan politik. Hal ini berujung pada dakwah yang tidak mengadirkan Islam yang sejuk.

"Ada pihak menegakkan supremasi kegiatan mereka dengan isu-isu agama dan kesukuan. Guru-guru besar kita kan mengajarkan dakwah Islam sejuk, yang mengayomi kelompok lemah, ajaran agama mengedepankan humanis," tutur Yenny Wahid.

Karena itu, Yenny minta agar masyarakat bangkit melawan sekelompok orang atau pihak-pihak yang ingin menang sendiri dan mengoyakkan persatuan Indonesia, terutama pada Pilkada DKI ini.

"Perlawanan tersebut kembali pada ajaran agama kepada kemanusiaan yang dialog antarsemua umat, yang mengayomi, yang tidak ingin menang sendiri. Paling utama, kita harus selalu ingat potensi konflik banyak negara yang dulu aman-aman saja," pungkas Yenny.

--- Redem Kono

Komentar