Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

KIAT Ini Kiat Jadikan Gadget Media Belajar Bagi Anak 19 Dec 2016 11:36

Article image
Orang tua harus menjadikan gadget sebagai media belajar yang efektif bagi anak. (Foto: Ist)
Dengan cara yang tepat, gadget bisa menjadi media alternatif yang menarik untuk melatih kreatifitas dan juga media belajar bagi anak.

ADALAH suatu kecemasan tersendiri bagi orang tua ketika melihat anaknya lebih suka mengabiskan waktunya dengan bermain gadget daripada bermain dengan teman sebayanya di luar rumah. Melihat gejala itu, banyak pertimbangan yang kemudian muncul, apakah perlu memperkenalkan gadget kepada anak? Mengapa tidak? Orang tua tentunya memegang tanggung jawab dominan dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian anak.

Kebiasaan-kebiasaan positif yang melekat pada kepribadian anak di hari depan adalah hasil dari penerapan kedisiplinan sedari awal. Tak ada salahnya bagi orang tua untuk memperkenalkan gadget kepada anak. Interaksi antara anak dengan gadget tidak selalu bernilai negatif. Banyak hal positif yang bisa didapatkan dari interaksi itu. Dengan cara yang tepat, gadget bisa menjadi media alternatif yang menarik untuk melatih kreatifitas dan juga media belajar bagi anak.

Empat tips di bawah ini bisa dijadikan alternatif bagi orang tua yang ingin memperkenalkan gadget sebagai media belajar yang menyenangkan bagi anak.

Pertama, pendampingan orang tua. Orang tua dapat memperkenalkan gadget secara kreatif kepada anak, seperti menyesuaikan aplikasi-aplikasi yang pantas dengan umur anak, bermain sambil belajar, memperkenalkan dunia (suara, warna, dan gambar)kepada anak, dsb. Dengan pendampingan yang tepat, gadget dapat menjadi media pembelajaran yang baik dan menyenangkan untuk anak, serta dapat mempererat jalinan emosional antara orang tua dan anak.

Kedua, frekuensi penggunaan Gadget. Frekuensi penggunaan secara berlebihan dapat membentuk kepribadian anak ke arah tertentu yang negatif misalnya dapat mengalami kecanduan akan gadget, dan menjadi antisosial. Jika ini terjadi, maka akan sulit bagi orang tua untuk membentuk ulang kepribadian anak, sebab hal ini sudah menjadi kebiasaan sedari awal. Penting bagi orang tua untuk konsisten mengontrol frekuensi penggunaan gadget pada anak, memberi arahan yang tepat dan aturan yang tegas untuk menghindarkan anak dari kebiasaan yang tidak sehat sedari awal.

Ketiga, batasan waktu. Tetapi hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam memperkenalkan gadget kepada anak adalah durasi waktu pemakaiannya. Misalnya, dengan memberi batas waktu tertentu pemakaian gadget, di hari yang tertentu pula, dengan catatan tidak sedang menganggu aktivitas pokok anak seperti makan, mandi, bermain, istirahat. Dengan pemberian durasi waktu yang tepat dan bijak, anak akan mendapatkan banyak hal positif dari gadget dan juga interaksi sosial antara anak dengan lingkungan sekitar tetap dapat terjalin.

Keempat, aplikasi edukatif. Usia anak adalah usia bermain. Lewat permainan-permainan mereka dapat mempelajari banyak hal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memprioritaskan aplikasi-aplikasi mana saja yang cocok dengan usia anak. Game-game bernilai edukatif bisa dicoba untuk menumbuh-kembangkan pengetahuan dan daya kreatifitas anak. Tapi jangan lupa bahwa dunia belajar dan bermain sesungguhnya bagi anak terdapat pada hal-hal disekitarnya. Karena lewat itu anak dapat belajar untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan sesama.

 

--- Redem Kono dan Anto Christian

 

Komentar