Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

REGIONAL Ini Komitmen Musa Rajekshah Membela Hak Disabilitas di Sumut 15 May 2018 15:37

Article image
Musa Rajekshah saat mengunjungi kediaman SBY di Cikeas, belum lama ini. (Foto: ist)
Meskipun persoalan disabilitas telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, hak penyandang disabilitas masih terabaikan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), mengaku prihatin dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Pasalnya, banyak tempat dan fasilitas publik yang masih mengabaikan hak para penyandang disabilitas.

"Eramas akan memperjuangkan hak-hak ini, khususnya di tempat-tempat pelayanan publik yang ramah untuk saudara-saudara kita ini. Salah satunya mendorong terbentuknya Perda (peraturan daerah)," ujar Ijeck, pada acara Debat Publik Pilgubsu Tahap Kedua di Hotel Adi Mulia, Medan, Sabtu malam (12/5/2018).

Meskipun persoalan disabilitas telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, Ijeck mengatakan hak penyandang disabilitas masih terabaikan. 

"Betul sudah ada undang-undang yang mengaturnya, tapi fakta di lapangan belum terlaksana di daerah. Kita harus punya komitmen dan bukan sebatas wacana. Kita melihat tempat kumpul mereka saja tidak ada," katanya. 

Ijeck mengatakan, dirinya bersama Edy, akan memenuhi hak penyandang disabilitas. Salah satunya dengan membuka pusat pelatihan agar para penyandang disabilitas bisa berkompetisi di dunia kerja.

"Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat termasuk menfasilitasi tempat-tempat pelatihan bagi saudara-saudara kita yang secara fisik tidak sesempurna kita," pungkas Ijeck.

Di tempat yang terpisah, pengamat dari Sumut Center of Policy Studies (SCPS), Adi Siahaan, mengatakan pasangan Edy-Ijeck lebih concern terhadap kaum disabilitas dari pasangan Djarot-Sihar.

"Komitmennya jelas, semoga bisa terealisasi nantinya. Kalau statement pasangan Djarot-Sihar cenderung normatif," ujar Adi.

--- Sandy Romualdus

Komentar