Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

LINGKUNGAN HIDUP Ini Lima Arahan Presiden Terkait Pengendalian Kebakaran Hutan pada 2017 23 Jan 2017 17:41

Article image
Presiden Jokowi meninjau lahan gambut setelah berhasil dipadamkan dari amukan si jago merah. (Foto: Setkab.go.id).
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengajak masyarakat turut mencegah kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan aktivasi posko.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Walau upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan pada 2016 berlangsung cukup sukses, namun Presiden Joko Widodo ingin melanjutkan program tersebut pada 2017. Pasalnya, kerugian akibat kebakaran lahan dan hutan sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah.

Data yang diterima Presiden dari para ekonom menyebutkan, kerugian ekonomi yang diderita negara akibat kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2015 mencapai Rp220 triliun.

Karena itu, dalam pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2017 di Istana Negara Jakarta, Senin (23/1/2017), Presiden Jokowi menetapkan upaya pengendalian kebakaran lahan dan hutan berlanjut pada 2017.

Untuk itu, Presiden Jokowi menetapkan lima hal yang harus dilakukan pada 2017.

Pertama, siaga darurat lebih awal. "Saya ingin agar didorong penetapan siaga darurat itu sejak dini," ujar Presiden di depan para peserta.

Hal ini dikarenakan selama ini sistem deteksi dini di daerah-daerah yang rawan kebakaran masih harus diperkuat lagi.

Deteksi dini, kata Presiden bisa dilakukan dengan membuat kanal blocking dan sumur bor yang saat ini jumlahnya masih sangat kurang. Hingga tahun 2016 lalu, sekat kanal yang telah dibangun berjumlah sekitar 11 ribu unit.

Kedua, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengajak masyarakat turut mencegah kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan aktivasi posko sebagai sarana untuk mengingatkan dan memberikan pembelajaran mengenai pentingnya antisipasi kebakaran.

"Aktivasi posko pengendalian kebakaran. Meskipun posko itu tidak harus berupa sebuah bangunan tetapi kita ingin agar ada tempat, ada poskonya. Baik di tingkat kecamatan dan syukur-syukur sampai ke tingkat desa," imbuhnya.

Ketiga, Presiden menghimbau para aparat untuk selalu siaga mengecek kesiapan dan kesiagaan dalam melakukan operasi udara pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Mengecek kesiapan, mengecek kesiagaan untuk melakukan operasi udara, patroli udara, hujan buatan, water bombing, ini harus gerak cepat dari awal," ucap Presiden seperti dikutip dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Keempat, penegakan hukum yang tegas. Seluruh pihak terkait harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, baik itu masyarakat maupun pengusaha.

"Yang berkaitan dengan aparat hukum, tegas dan selesaikan kasus-kasus kebakaran hutan yang ada," tegas Presiden.

Kelima, Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya perbaikan tata kelola hutan dan lahan guna menghindari risiko kebakaran.

"Terus perbaiki tata kelola lahan terutama yang terkait dengan lahan masyarakat dan konsesi swasta," kata Presiden.

Menutup arahannya, Presiden Joko Widodo berharap seluruh jajarannya mulai dari instansi pusat hingga daerah terus berkoordinasi dan bersinergi guna menghindari kebakaran hutan dan lahan di tahun 2017 dan tahun-tahun mendatang.

"Kita berharap di awal tahun ini betul-betul perencanaan, gerak cepat kita bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan itu tidak terjadi di tahun 2017," pungkas Presiden Joko Widodo.

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Selain itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

--- Very Herdiman

Komentar