Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

MAKRO Ini Optimisme APBN Hadapi 2019 03 Jan 2019 13:56

Article image
Menkeu Sri Mulyani saat konferernsi pers di Aula Djuanda, Rabu (02/01). (Foto: ist)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan kondisi perekonomian Indonesia yang sangat positif di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat perang dagang AS dan Tiongkok.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Membuka tahun 2019, Indonesia bisa berbangga karena untuk pertama kalinya pendapatan negara melebihi target awal APBN tanpa adanya APBN Perubahan. Dalam Konferensi Pers bertajuk Kinerja dan Realisasi APBN 2018, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan kondisi perekonomian Indonesia yang sangat positif di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat perang dagang AS dan Tiongkok.

"Untuk pertama kalinya APBN 2018, pendapatan negara mencapai 102,5%. Target awal Rp1.894,7 triliun dan tercapai Rp1.942,3 triliun," ungkapnya di Aula Djuanda, Rabu (02/01).

Perekonomian diperkirakan tumbuh sekitar 5.15% dan inflasi terkendali rendah di angka 3.13%. Tidak hanya itu, defisit anggaran juga sangat rendah yaitu 1.76% serta keseimbangan primer menuju positif yang menurutnya merupakan kondisi pembalikan dari sebelum tahun 2012 yang selalu positif.

Tak hanya pendapatan, belanja negara pun menunjukkan peningkatan yang baik. Tahun ini belanja negara mampu mencapai 99.2%, dimana tahun lalu hanya mencapai 94,1%. Salah satu faktornya adalah karena tidak adanya APBN Perubahan (APBN-P), maka Kementerian/Lembaga dapat fokus pada anggaran belanja yang sudah direncanakan.

"Inilah yang selalu Saya sampaikan, APBN 2018 kinerjanya sangat positif dan dikelola dengan sangat hati-hati dan tanggung jawab," tukas Menkeu kepada awak media.

Menkeu mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian kinerja ekonomi tahun 2018. Hal ini dapat diraih karena APBN sebagai instrumen fiskal dapat digunakan secara aktif. Kini, memasuki tahun 2019 akan dilalui dengan terus meningkatkan kewaspadaan atas apa yang telah terjadi di tahun 2018.

--- Sandy Romualdus

Komentar