Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

HUKUM Penilaian Kapolri terhadap Sosok Brigjen Pol Aris Budiman 06 Sep 2017 08:34

Article image
Kapolri Jenderal (Pol)Tito Karnavian. (Foto: Ist)
Aris dikenal sebagai sosok yang low profile, jujur, pekerja keras, cerdas, gemar belajar serta sosok yang pandai bergaul. Ia juga memiliki loyalitas yang tinggi kepada pimpinan di mana ia mengabdi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coKapolri Jenderal Pol Dr Tito Karnavian mengaku sangat menghargai sosok Direktur Penyidik KPK Brigjen Pol Dr Aris Budiman. Kapolri yang pernah mengalami penugasan bersama Aris Budiman memujinya sebagai sosok yang berprestasi di kepolisian.

Lagi menurut Jenderal Tito, Aris dikenal sebagai sosok yang low profile, jujur, pekerja keras, cerdas, gemar belajar serta sosok yang pandai bergaul. Aris memiliki loyalitas yang tinggi kepada pimpinan di mana ia mengabdi. Karena itu, kedatangan Aris menghadap Pansus Hak Angket KPK, merupakan sebuah tindakan berani yang dilakukan tanpa izin baik dari pimpinan KPK maupun Polri.

"Dia pegang prinsip sangat loyal ke atas, loyal ke samping, loyal ke bawah. Saya enggak dapatkan permintaan izin karena dia juga enggak komunikasi dengan saya. Tapi yang saya dengar dari Wakapolri, (Wakapolri sudah) beri arahan ke Kapolda Metro untuk menahan dia supaya enggak berangkat ke Pansus, tapi dia menyampaikan: 'Saya hormat, tapi kali ini hanya saya yang bisa membersihkan nama saya sendiri'. Itu pendapat dia," kisah Tito di Mabes Polri, Jakarta Selasa (5/9/2017). 

Tito juga memuji Aris sebagai pribadi yang tak ingin menonjolkan diri, oleh karena itu tidak sering tampil di media.

"Karena dia bekerja, kalau sudah selesai dia kerja enggak tampil di media. Apalagi kerja tim, dia enggak mau klaim bahwa seolah kerja dia sendiri," tambah Tito.

Namun, Tito menolak berkomentar ketika ditanya soal perseteruan Aris dengan Novel Baswedan, penyidik senior KPK yang kini dirawat di Singapura karena disiram air keras. 

"Saya  tak ingin berkomentar soal anggota Polri yang bertugas di KPK," katanya. 

Menurut Tito, sikapnya menahan diri semata karena tak ingin Polri berbenturan dengan KPK. Ia berharap pokok persoalan tersebut bisa diselesaikan secara sinergis agar tidak berseberangan satu sama lain.

"Saya menahan diri untuk tidak berkomentar soal itu ya, saya hargai KPK. Saya enggak ingin kedua institusi ini jadi berseberangan. Bersinergi akan lebih baik," pungkasnya. 

--- Redem Kono

Komentar