Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

ASURANSI Ini Tips Menjalani Profesi Agen Asuransi dari Regina Bedoya 24 Aug 2017 09:05

Article image
Regina Bedoya (dua dari kanan), Secretary Executive Committee MDRT Global di sela penyelenggaraan MDRT Day Indonesia 2017. (Foto: Ist)
Hal tersulit menjadi agen asuransi adalah mulai dari diri sendiri. Seperti ketika bangun pagi, anda memilih cek email dan telepon nasabah, atau buka sosial media?

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Profesi agen asuransi memang belum digemari oleh para pekerja di Indonesia. Banyak yang merasa tidak cocok karena tidak mahir atau tidak biasa untuk berkomunikasi dengan calon nasabah. Kendati belum pernah memulai untuk mencobanya. Padahal profesi ini adalah profesi yang mulia dan sangat tepat dengan gaya hidup masa kini, karena menawarkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga dan sosial.

Seperti dikatakan Regina Bedoya, Secretary Executive Committee MDRT Global, sebuah wadah agen asuransi jiwa profesional yang berpusat di Amerika Serikta, bahwa menjadi agen asuransi jiwa tidak hanya menjadi financial planner tetapi juga mengedukasi soal pentingnya memaknai kehidupan.

Saat berbicara dalam MDRT Day Indonesia 2017 di Jakarta, Rabu (23/8/2017), Regina memberikan pandangan kepada 3.700 agen asuransi jiwa yang hadir, bahwa sebagai agen asuransi jiwa, khususnya yang telah bergabung dalam komunitas MDRT, meskipun tinggal di benua yang berbeda, berbicara dengan bahasa yang berbeda dan merangkul budaya yang berbeda, namun sesungguhnya kami memiliki begitu banyak kesamaan dalam berkarya dan menghadapi tantangan.

“Kita semua adalah bagian dari profesi yang sama dan kita semua merangkul nilai yang sama. Kita percaya bahwa kita tidak hanya sekedar menjadi profesional yang kompeten tapi juga memiliki kepedulian untuk membantu memperbaiki kehidupan klien. Justru inilah kehidupan yang seimbang karena memperhatikan setiap dimensi kemanusiaan. Inilah nilai dan kepercayaan bersama yang membawa kami berada di bawah payung MDRT. MDRT memberi alat dan inspirasi untuk mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi sambil menjalani kehidupan yang berarti,” tegas Regina.

Dengan mempunyai 60 ribu lebih anggota dari 77 negara, lanjut Regina, maka agen asuransi jiwa yang tentunya memasarkan produk proteksi kesehatan dan keselamatan jiwa nasabah, akan membantu banyak jiwa yang memang membutuhkan pertolongan.

Berbagi Tips

Regina pun berbagi tips bagaimana menjadi agen asuransi yang baik dan sukses. Menurutnya, sebagai agen asuransi, harus berkarya dengan sunguh-sungguh dan didasarkan pada niat yang tulus dalam membantu nasabah. “Kalau melakukan dengan baik terhadap klien, itu jalan menuju sukses, kita akan direfrensikan ke klien yang lain,” kata Regina.

Di sisi lain, semakin lama berkarya di industri asuransi, setiap agen juga harus meningkatkan kompetensi yang lebih tinggi sehingga bisa membantu mengatasi apa yang dibutuhkan klien.

Tips sederhana sebagai seorang agen asuransi menurut Regina adalah dengan mengawali membentuk natural market sebagai basis nsabah. Misalnya profesi sebelumnya adalah Pilot, maka bisa memasarkan produk asuransi ke sesama pilot.

“Ada beberapa aspek dalam memasarkan produk asuransi, pertama kita harus mengerti calon nasabah, kebutuhannya apa, dan prioritasnya apa. Kedua, kita bisa updgrade diri kita jadi spesialis. Jangan jadi agen yang biasa-biasa, jadilah spesialis. Misalnya spesialis dana pensiun, proteksi penyakit kririts, anuitas, dll. Ketiga, memiliki kelompok belajar. Grup ini bertangungjawab dengan goal yang ada dalam grup yang positif tersebut,” urai Regina.

Lantas apa hal tersulit dalam menjalani profesi agen asuransi?

Menurut Regina, hal tersulit adalah ketika kita menghadapi hal-hal terkecil. “Mulai dari diri sendiri. Seperti ketika bangun pagi, anda memilih cek email dan telepon nasabah, atau buka sosmed? Jadi hal kecil tetapi menempatkan kita pada dua pilihan, efektifkan waktu untuk aktivitas produktif atau malah kegiatan yang malah membuat kita mundur selangkah,” tegas Regina.

Regina juga mengaku sangat senang telah diundang untuk menjadi bagian dari Seminar MDRT Day 2017 di Indonesia. “Saya menghargai kesempatan untuk berbagi beberapa pemikiran dengan para agen di Indonesia. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Indonesia dan saya sangat terkesan dengan keramahan orang Indonesia. Indonesia adalah negara yang indah dan hanya dalam beberapa hari saja saya telah menjadi pengagum negara yang kaya budaya dan indah ini. Dan sejujurnya, saya seperti merasa sudah lama mengenal orang-orang Indonesia ini,” tutur Regina.

Chairman MDRT Day 2017, Miliana menambahkan, pada acara tahunan MDRT Indonesia yaitu MDRT Day 2017, yang mengusung tema “Reach New Heights”, sengaja mengundang Regina yang sarat akan pengalaman dalam industri asuransi jiwa sehingga dapat berbagi pengalaman ke para agen asuransi jiwa di Indonesia. “Memang agen asuransi adalah profesi yang sangat menjanjikan, selain menawarkan konsep balance your life, juga dengan keberadaan mentor-mentor yang hebat membuat para agen akan terus semangat mencapai target yang lebih tinggi,” katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar