Breaking News

SOSOK Inilah Sosok yang Selalu Berada di Antara Paus Fransiskus dan Putera Mahkota UEA 07 Feb 2019 16:36

Article image
Mgr Yoannis Lahzi Gaid selalu berada di antara Sheikh Mohamed bin Zayed, Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Deputi Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA (kanan) dan Paus Fransiskus. (Foto: The National)
Mgr Yoannis Lahzi Gaid adalah seorang imam Katolik Koptik. Dia juga adalah sekretaris pribadi kedua paus dan yang selalu membantu menangani penerjemahan.

ABU DHABI, IndonesiaSatu.co -- Kunjungan Paus Fransiskus ke Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab (UEA) selama tiga hari telah menyita perhatian dunia. Media massa tak henti-hentinya menayangkan peristiwa bersejarah tersebut. Paus Fransiskus dan Putera Mahkota UEA Sheikh Mohamed bin Zayed tak pelak lagi menjadi ‘bintang’ dalam peristiwa tersebut.

Namun satu sosok lain yang tak pernah luput dari sorotan kamera wartawan adalah penerjemah Bahasa Arab yang selalu berada di antara Paus dan Putra Mahkota ke mana pun dua tokoh dunia tersebut berada. Dia  tak lain adalah Monsignor (Mgr) Yoannis Lahzi Gaid.

The National (4/2/2019) menulis, Mgr  Yoannis Lahzi Gaid adalah seorang imam Katolik Koptik. Dia juga adalah sekretaris pribadi kedua paus dan yang selalu membantu menangani penerjemahan.

Dikenal dengan sikapnya yang tenang dan senyum yang ramah, Mgr Lahzi Gaid lancar berbahasa Arab, Italia, Perancis, dan Inggris.

Dia tiba di UAE bersama dengan Paus pada hari minggu, dan senantiasa mendampingi Paus Fransiskus selama kunjungan ke UEA.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Mesir Magdi Allam pada 2008, Mgr Lahzi Gaid mengatakan: “Saya selalu berusaha untuk menjadi sahabat bagi siapa saja yang menghormati agama lain tanpa takut berbicara kebenaran."

Mgr Lahzi Gaid, yang saat ini berusia 43 tahun lahir di Kairo,  dan bertumbuh bersama tujuh bersaudara.

Dia ditahbiskan menjadi imam pada Patriarkat Katolik Koptik wilayah Alexandria, kota di tepi pantai sisi barat Kota Kairo. Dia kemudian diutus untuk melanjutkan studi tingkat doktoralnya di Roma jurusan Kekristenan Timur.

Pada 2011, Paus Benediktus XVI menganunerahinya gelar Monsignor atau Monsinyur (Mgr). Pemberian gelar Monsinyur diberikan kepada para imam yang mengembang tugas-tugas besar tertentu. Paus Fransiskus dalam edaran per 7 Januari 2014 memerintahkan bahwa gelar tersebut hanya diberikan kepada mereka yang sudah mencapai usia 65 tahun.

Pada April 2014, Paus Fransiskus memintanya untuk menjadi sekretaris pribadi kedua dengan posisi khusus melayani korespondensi atas nama kepausan.

Dalam wawancara singkat dengan The National, di sela kunjungan Paus Fransiskus hari Senin,  Mgr Lahzi Gaid mengatakan dia secara regular membantu Paus dalam bidang terjemahan dari Bahasa Arab ke Bahasa Italia.

--- Simon Leya

Komentar