Breaking News

REGIONAL Inovatif! Tanggap Covid-19, Kades Nando Watu Gagas 'Dapur Kita' 12 May 2020 19:49

Article image
Para pengurus BUMDes Au Wula Detusoko Barat saat beraktivitas menyiapkan paket pesanan di 'Pusat Dapur Kita' Lepa LIO Cafe, Detusoko. (Foto: Che)
"Karena itu, dalam upaya mendukung warga kota, aksi kami dari Desa ini mencoba menyiapkan aneka sayuran sehat untuk para konsumen di perkotaan. Salam Desa Bergerak mendukung Kota," ungkap Nando.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Satu langkah inovatif digagas pemerintah desa Detusoko Barat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Au Wula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, dengan menyiapkan 'Dapur Kita' (Desa mendukung Kota) sebagai salah satu bentuk tanggap Covid-19.

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu, saat ditemui media ini di 'Pusat Dapur Kita, Lepa Lio Cafe', Selasa (12/5/20) mengatakan bahwa gagasan 'Dapur Kita' merupakan hasil kerjasama dengan para petani holtikultural dari beberapa Desa tetangga yakni Desa Wolofeo, Sipijena hingga Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu.

"Inisiatif ini berangkat dari situasi sulit yang dialami oleh para petani holtikultural dalam memasarkan produk-produk pertanian mereka dengan akses pasar yang mulai terbatas. Lalu, inisiatif ini dikolaborasikan antara BMDes dengan Keuskupan Agung Ende (KAE) Siaga Covid-19. Kolaborasi ini sebagai upaya membantu mama-mama petani dengan memasarkan produk pertanian holtikultural secara online, dengan harga terjangkau sesuai harga pasaran yakni Rp.75.000 per paket," ungkapnya.

Kepala Desa yang akrab disapa Nando ini mengaku, di tengah ancaman pandemi Covid-19, dampaknya tidak hanya mengubah sistem kerja di perkantoran, membatasi akses transportasi, para pekerja yang di-PHK, tetapi juga berdampak pada akses pasar masyarakat di tingkat Desa pun kian dibatasi, sehingga para petani kesulitan menjual hasil komoditi dengan harga yang juga menurun drastis.

"Mungkin ini yang disebut dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat akar rumput. Oleh karena itu, BUMDes Au Wula Desa Detusoko Barat bekerjasama dan berkolaborasi dengan Keuskupan Agung Ende (KAE) Tanggap Covid-19 melalui Paroki Santo Yoseph Detusoko, mencoba memberdayakan petani hotikultura di Desa dengan menyiapkan 'Dapur Kita' ini," terangnya.

Nando berharap agar 'Dapur Kita' tersebut menjadi sarana yang bermanfaat guna mendistribusikan produk petani agar dapat sampai di tangan konsumen, cukup dari rumah saja.

"Dengan adanya sosial distancing, berakibat pada altivitas untuk bepergian, termasuk aktivitas untuk membelanjakan kebutuhan harian. Karena itu, dalam upaya mendukung warga kota, aksi kami dari Desa ini mencoba menyiapkan aneka sayuran sehat untuk para konsumen di perkotaan. Salam Desa Bergerak mendukung Kota," imbuhnya.

Nando juga menjelaskan bahwa selain menggagas 'Dapur Kita', Pemdes Detusoko Barat juga bekerjasama dengan pemerintah Kecamatan Detusoko dan pihak Paroki Siaga Covid-19, dengan memfasilitasi gedung dan fasilitas (sarana-prasarana) untuk karantina terpusat yakni di Asrama Putri St. Yoseph Detusoko.

Selain itu, lanjut dia, Desa Detusoko Barat juga bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Daerah Ende, dengan menyiapkan program 'Pustaka Bergerak' sebagai dukungan bagi anak-anak sekolah agar dapat meminjam buku gratis untuk dibaca di rumah selama masa dirumahkan.

"Pustaka Bergerak ini sebagai alternatif solusi selain metode dalam jaringan (daring) dan kunjungan guru ke rumah-rumah siswa (luring)," ujarnya.

Gebrakan Desa Inovatif

Pada kesempatan yang sama, Louiz, selaku penggiat pertanian organik dari Kelompok Tani 'Muri Walo', Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, mengaku apa yang digagas Pemdes Detusoko Barat melalui BUMDes Au Wula, sebagai gebrakan Desa inovatif yang sangat membantu para petani holtikultural selama di tengah situasi sulit tersebut.

"Ini gebrakan baru yang kreatif dan inovatif. Kami berterima kasih karena telah bermitra, sehingga sangat membantu para petani dan pelaku usaha pertanian yang sungguh merasakan dampak dari kebijakan pembatasan," kesan Louiz yang juga salah satu perangkat Desa Woloara ini.

Louiz mengaku, apa yang digagas tersebut patut dicontohi oleh desa-desa lain dalam mengoptimalkan BUMDes melalui kemitraan dan kerjasama antar-BUMDes.

"Gebrakan ini patut menjadi contoh sehingga BUMDes memberi dampak untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, apalagi desa-desa yang memiki potensi pertanian unggulan. Kami berharap agar pemerintah daerah melalui dinas pertanian dapat men-supply bibit (benih) dalam mendukung usaha kelompok-kelompok tani di desa," harapnya.

Sementara untuk pemesanan, dapat menghubungi nomor kontak:

Nando Watu (WA): 0812 3771 6520
Ard Dalo (WA): 0812 3899 5703
Oby Tani (WA): 0822 3788 0640

--- Guche Montero

Komentar