Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Insiden Baku Tembak Tentara dan Polisi Filipina, 6 Orang Tewas dan 9 Terluka 26 Jun 2018 20:20

Article image
Sejumlah polisi Filipina tewas dalam insiden baku tembak dengan tentara di Pulau Samar. (Foto: philstar.com)
Insiden baku tembak terjadi selama lebih dari 30 menit sebelum kedua satuan menyadari kesalahan fatal dalam aksi mereka.

MANILA, IndonesiaSatu.co -- Insiden baku tembak terjadi antara tentara dan polisi Filipina yang tengah mengejar kelompok pemberontak di wilayah Santa Rita, Pulau Samar, Filipina, Senin (25/6/2018).

Seperti dilansir situs berita Philstar.com, Selasa (26/6/2018), insiden akibat “ketiadaan koordinasi” tersebut menewaskan 6 anggota polisi dan mencederai 9 polisi lainnya.

Insiden baku tembak terjadi selama lebih dari 30 menit sebelum kedua satuan menyadari kesalahan fatal dalam aksi mereka. Satuan tentara tidak mengetahui bahwa sejumlah polisi juga tengah beroperasi mengejar kelompok pemberontak yang berorientasi komunis.

Salah satu pejabat kepolisian bernama Mariel Magaway mengatakan, satuan polisi yang terlibat dalam insiden itu berasal dari Batalion 8 Polisi Regional. Mereka sedang dalam operasi yang juga merupakan bagian dari latihan komando.

Pulau Samar, di mana insiden tak disengaja itu terjadi, merupakan salah satu basis terakhir kelompok komunis yang bergerilya di bawah bendera Tentara Rakyat Baru. Pemberontakan kelompok tersebut telah berlangsung selama 49 tahun dan memakan korban sedikitnya 30.000 orang.

Perundingan antara pemerintah Filipina dan kelompok tersebut telah dihentikan sejak tiga dekade lalu dan direncanakan akan dimulai kembali pada bulan ini. Namun, Presiden Rodrigo Duterte memutuskan untuk menundanya selama tiga bulan ke depan.

Dalam keterangannya, otoritas militer Filipina menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.

"Insiden terjadi di wilayah yang tertutup hutan dan siapa pun tidak dapat melihat dengan baik. Kami akan melakukan penyelidikan lengkap untuk menjelaskan insiden ini," ungkap juru bicara divisi militer terkait insiden, Kapten Francis Agno.

Ia menambahkan, proses penyelidikan akan dilakukan dalam kerjasama dengan pihak kepolisian Filipina.

Diberitakan pula, insiden fatal antara sesama aparat militer dan polisi Filipina pernah terjadi tahun lalu. Saat itu, gempuran jet tempur Filipina terhadap kelompok ISIS di Marawi “salah target” dan menewaskan belasan tentara yang beroperasi di darat.

--- Rikard Mosa Dhae

Komentar