Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INVESTASI IPO, Saham GMF AeroAsia Kelebihan Permintaan 2,6 Kali 05 Oct 2017 23:30

Article image
Ilustrasi perdagangan saham di lantai bursa. (Foto: Ist)
GMF menutup masa penawaran umum saham dengan total hasil penjualan 146.358.100 juta lembar saham, dari yang dicatatkan 56.467.100 lembar saham.

JAKARTA IndonesiaSatu.co -- PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF), pionir perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) atau perawatan pesawat di Indonesia, dalam hitungan hari akan segera resmi menjadi perusahaan publik pada tanggal 10 Oktober 2017.

GMF menutup masa penawaran umum saham untuk publik yang diadakan pada tanggal 2, 3, dan 4 Oktober 2017 di kantor Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom, dengan total hasil penjualan 146.358.100 juta lembar saham, dari yang dicatatkan 56.467.100 lembar saham. Sebagai penutup, GMF mengalami over-subscribe sebesar 2,6 kali yang saat ini sedang direkonsiliasi pembayarannya.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan bahwa pendapatan penawaran umum perdana saham ini menunjukan bahwa animo publik terhadap penawaran saham GMF positif. Ia juga yakin bahwa penawaran saham umum ini akan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan untuk para investor dan mewujudkan visi GMF menjadi Top 10 MRO in the World.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan GMF sebagai pilihan investasi. Kami terus berkomitmen untuk menjadi kebanggaan bangsa dan memberi kontribusi pada negara melalui pengembangan usaha kami, baik dalam maupun luar negeri,” katanya melalui siaran pers, Kamis (5/10).

Iwan menambahkan bahwa melalui IPO, GMF berkomitmen untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa. “Dengan melepaskan saham perusahaan, rencana ekspansi akan lebih cepat berjalan. Kami akan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak, memberi nilai tambah bagi pemegang saham, serta membayar pajak lebih banyak. Kami akan berusaha maksimal untuk terus mendukung perekonomian Indonesia,” tambahnya.

Seiring dengan masa penawaran umum, GMF juga melaksanakan rangkaian kegiatan GMF Investment Week 2017 (GIW) yang bertempat di area GMF, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut VP Corporate Secretary GMF, M. Arif Faisal, acara yang diselenggarakan selama 5 hari sejak tanggal 2 Oktober 2017 hingga 6 Oktober 2017 ini merupakan bentuk komitmen manajemen GMF dalam memberikan edukasi serta meningkatkan awareness karyawan terkait perubahan GMF menjadi perusahaan terbuka.

“Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran karyawan dalam berinvestasi untuk kebutuhan masa depan,” kata Arif.

Salah satu acara utama dalam GMF Investment Week adalah sosialisasi terkait IPO GMF, termasuk di dalamnya tentang Employee Stock Allocation (ESA) dan Management Employee Stock Option Plan (MESOP) yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk turut memiliki saham dari perusahaan.

Selain edukasi untuk investasi saham, GMF Investment Week juga mengajak karyawan untuk berinvestasi dalam aset lainnya seperti emas, mobil, dan properti dengan bekerjasama dengan beberapa institusi keuangan seperti BNI, BNI Syariah, Mandiri Group, BRI, BTN, dan Taspen Life.

Arif menambahkan, manajemen berharap karyawan GMF dapat merencanakan masa depan dengan strategi finansial pribadi yang baik, salah satunya dengan mengalokasikan dana untuk investasi.

“GMF terus mendukung karyawannya yang telah berkontribusi memberikan potensi terbaik untuk memaksimalkan kinerja perusahaan demi Indonesia. Selain memberikan pelatihan dan pendidikan untuk menjadi aset terbaik bangsa, GMF juga menginginkan kesejahteraan yang baik untuk karyawan kami, salah satunya dengan berinvestasi,” tambahnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar