Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

AGAMA Jadi Imam Salat di Afghanistan, Presiden Jokowi: Apa Sih yang Diramaikan? 01 Feb 2018 06:24

Article image
Presiden RI Joko Widodo ketika menjadi imam salat di Afghanistan. (Foto: Ist)
Pernyataan Presiden itu secara tidak langsung merupakan jawaban atas apresiasi yang diberikan masyarakat terkait dirinya menjadi imam salat di Afghanistan, termasuk yang mengaitkannya dengan masalah pencitraan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPresiden Joko Widodo (Jokowi) membuka cerita mengapa dirinya menjadi imam salat saat berkunjung ke Kabul, Afghanistan, Senin (29/1/2018) lalu, dimana salah satu makmumnya adalah Presiden Asraf Ghani.

“Itu kan Salat Zuhur, imamnya dari imam masjid di sana. Kemudian kita kan ingin jamak taqdim lanjutkan ke asar saya ya maju,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1/2018) siang.

Presiden menilai sebagai hal biasa dirinya menjadi imam salat itu. Ia justru mempertanyakan mengapa hal itu diramaikan.

Pernyataan Presiden itu secara tidak langsung merupakan jawaban atas apresiasi yang diberikan masyarakat terkait dirinya menjadi imam salat di Afghanistan, termasuk yang mengaitkannya dengan masalah pencitraan.

Sudah direncanakan

Mengenai keberaniannya berkunjung ke Afghanistan meskipun sebelumnya sudah ada aksi bom bunuh diri, Presiden Jokowi mengatakan karena hal itu memang sudah direncanakan.

“Itu kan satu kawasan di Asia Selatan. Wong dari sini ke sini dekat,” ucap Kepala Negara.

Selain itu, lanjut Presiden Jokowi, karena kita harus mengerti Presiden Ashraf Ghani sudah ke sini. Yang kedua, Ibu Negara Rula Ghani juga sudah ke sini. Kemudian dari HPC (Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan) juga sudah kesini.

“Jadi kalau kita kesana ya kita ingin kunjungan balik,” kata Presiden seraya menambahkan, ini nanti akan ditindaklanjuti oleh Wakil Presiden di bulan Februari ini.

Presiden menambahkan, dari sana kita ingin bisa memediasi itu (konflik di Afghanistan). Karena itu, kewajiban kita untuk ikut menjaga perdamaian dunia, dan itu diamanatkan oleh konstitusi.

--- Redem Kono

Komentar