Breaking News

SASTRA Jalan Sunyi Keadilan (Goresan nurani untuk almarhum Ansel Wora) 11 Feb 2020 10:08

Article image
Ilustrasi sunyi
puisi ini hanya litani yang tersisih lahir atas nama panggilan nurani saat hukum seperti benang kusut tak berujung

Oleh: Guche Montero*

Jiwa letih menahan getir
memeluk sukma pada diam pusara
takdir runtuh menikam pilu
lipur lara tergenang di jalanan
berita media berlumur kidung
sedang hati enggan peduli
menepis iba pada serambi doa laknat
apa kabar hati nurani?

Aroma elegi bagai gemuruh mazmur
tapi nurani tak pernah tidur
saat harga nyawa seolah tak berarti
jangan bilang rahim pertiwi lahirkan anak tiri
cukup sudah rawat alibi bungkam aib
tarik ulur sudah seperti dalil basi
dari dulu hukum memang selalu mati suri
tiada beda benar dan salah
lalu, ke mana simpul rintihan jelata?

Saban waktu...
gemuruh ombak pantai selatan pecahkan malam
takdir laknat merenggut nyawa anak manusia
raga terbujur kaku bangkitkan ragu
tangis beku dalam jerit sunyi tanpa kata
remuk rasa duka mendalam
bersimpuh sungkawa dalam litani murung
makhluk rapuh berkanjang debu
akankah jiwamu lapang menuju keabadian?

Jalan sunyi keadilan
haruskah kami tersesat dalam pasrah?
hingga kapan nurani hukum mati suri?
masihkah musim rahasia laten merawat murka?
puisi ini hanya litani yang tersisih
lahir atas nama panggilan nurani
saat hukum seperti benang kusut tak berujung
boleh jadi tersandera pada apa dan siapa
menolak bungkam kini jadi taruhan nurani

TUHAN yang jujur, Engkau Maha Adil
dalam yakin kidung jiwa setia menanti
jalan-MU tak pernah buntu
mata-MU tak pernah tidur
cinta-MU tiada purna
kasih-MU penuh seluruh
kuasa-MU tak pernah takluk
hukum-MU lebih dasyat dari misteri

Kini
di jalan sunyi keadilan
kami bersimpuh dengan cinta penuh seluruh
sambil hati berujar lirih dalam doa batin
KEADILAN akan menemukan jalannya
KEBENARAN akan menyingkap tabir misteri
saat hukum sudah lelah bersandiwara
berkanjang debu tanpa gemuruh!


* Penulis adalah penikmat dan pencinta sastra, terlibat dalam gerakan kemanusiaan dan keadilan. 

--- Guche Montero

Komentar