Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

BOLA Jelang 8 Besar, Siapa Layak Lolos ke Semifinal Piala Dunia? 04 Jul 2018 17:15

Article image
Brasil dijagokan menjadi pemenang di ajang Piala Dunia 2018 ini. (Foto: ist)
Laga Brasil versus Belgia, Sabtu dini hari besok, akan sangat menarik karena tipikal permainan kedua tim sama-sama menyerang dengan permainan dari kaki ke kaki..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia telah menyisahkan 8  tim terbaik. Mereka bakal berlaga mulai Jumat malam demi tiket ke semifinal.

Sebelumnya, bahkan sejak fase grup dan 16 besar, beberapa tim besar telah angkat koper dan pulang kampung seperti Jerman, Argentina, Portugal dan Spanyol. Pemain dan para pendukungnya kini harus puas menjadi penonton tim-tim lain di pesta bola terakbar sejagat ini.

Beberapa hari lagi, penggila si kulit bundar kembali akan menikmati pertarungan di lapangan hijau. Tentu dengan jantung berdegup kencang, berharap tim jagoan menang dan lawan tersingkir.

Jika digambarkan dengan skema jadwal pertandingan perempat final, pada jalur 1 bertebaran tim-tim raksasa: juara lima kali Brasil, Perancis , Belgia dan Uruguay. Masing-masing dihuni oleh para mesin-mesin gol, para pemain bintang, dan mereka akan saling berhadapan.

Atmosfer laga sengit ini juga dicermati oleh mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang juga penyuka sepak bola dan futsal. Pasalnya, keempat tim bisa dikatakan mewakili gaya permainan dua benua kiblat sepak bola, Eropa dan Amerika Latin.

"Kita bakal disuguhi permainan kelas dunia. Brasil lawan Belgia dan Perancis kontra Uruguay. Dua wakil Amerika Latin yang tersisa menghadapi tim kuat Benua Biru. Bahkan khususnya pertemuan Brasil dan Belgia, aura pertandingan besok layaknya final dini," ujarnya di Jakarta (4/7/2018).

Ketajaman Neymar Jr, Philippe Coutinho dan Roberto Firmino diyakininya bakal mengatasi sengatan Romelo Lukaku, Eden Hazard dan kawan-kawan.

Optimisme ini ditopang hasil meyakinkan saat Neymar dan Firmino melesakkan 2 gol tanpa balas ke gawang Meksiko yang dijaga Guillermo Ochoa. Sedangkan Belgia mesti bekerja keras demi kemenangan dramatis ketika mengalahkan Jepang, 3-2.

Tertinggal 2 gol terlebih dulu, Belgia harus berjuang menyamakan skor dan gol penentu Belgia baru tercipta di masa injury time, tepatnya menit 94.

"Laga Brasil versus Belgia, Sabtu dini hari besok, akan sangat menarik karena tipikal permainan kedua tim sama-sama menyerang dengan permainan dari kaki ke kaki. Cantik dan mengibur, penuh energi dan ofensif," kata Saleh Husin yang kini menjadi Managing Director Sinar Mas ini.

Terlebih Brasil dimotori oleh para pemain bintang kelas dunia yang malang melintang di liga top Eropa. Mereka kuat dan merata di semua lini, meskipun harus tetap harus mewaspadai koordinasi ciamik, mental baja, dan serangan balik Belgia.

Di jalur yang lain akan mempertemukan tuan rumah Rusia, yang sukses menyingkirkan juara Piala Dunia 2010 Spanyol, dengan tim liat sekelas Kroasia. Sedangkan Inggris bakal berjibaku dengan Swedia.

"Tentu harapan saya adalah Perancis dapat mengatasi Uruguay. Sehingga Neymar bertemu Mbappe dan kawan-kawan. Ini tentu juga akan menyajikan permainan kelas dunia yg sangat menarik untuk ditonton," tambahnya.

Laga ini, imbuh Saleh, bakal mengingatkan kita pada pertemuan kedua tim, terutama di final Piala Dunia 1998 dan perempat final Piala Dunia 2006. "Pertandingan yang disemangati sejarah," tukasnya.

Disisi lain, diharapkannya Kroasia dapat mengatasi Rusia dan Inggris mampu menjinakkan Swedia sehingga pada semifinal nanti akan dihuni oleh Brasil, Perancis, Kroasia dan Inggris.

Lantas, siapa yang layak melaju ke final? "Akhirnya akan mempertemukan Brasil kontra Inggris dan keluar sebagai pemenang tentu Brasil yang sekaligus menjadi gelar juara dunia mereka yang keenam," pungkas Saleh yang setia mendukung tim Selecao ini.

--- Sandy Romualdus

Komentar