Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Jelang Pilgub NTT, Golkar Ajak Masyarakat Flores jadi Pemilih Rasional 08 Jun 2018 20:15

Article image
Konsolidasi Partai Golkar di Pulau Flores (Foto: Dok. Tim)
“Masyarakat Flores, NTT harus jadi pemilih rasional dan bukan pemilih primordial yang masih melihat faktor agama, suku dan budaya. Pemilih rasional selalu melihat calon pemimpin NTT dari sisi kemampuan, integritas, tuntas dengan dirinya, juga memiliki je

MATIM, IndonesiaSatu.co-- Kegiatan Konsolidasi Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Flores, NTT kembali berlanjut sejak dimulai di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Rabu (6/6/18). Selain konsolidasi di internal partai yang melibatkan seluruh jajaran pengurus partai tingkat daerah, Partai Golkar kembali menekankan kepada segenap pengurus partai untuk meyakinkan masyarakat di Pulau Flores agar menjadi pemilih rasional pada Pilgub NTT pada 27 Juni 2018 mendatang.

Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu (PP) Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng pada forum konsolidasi Partai Golkar di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (7/6/18) mengajak masyarakat Flores untuk menjadi pemilih rasional dan tidak memilih calon gubernur NTT karena faktor primordial yakni suku dan agama.

“Kita harus merubah cara pandang kita dalam memilih pemimpin di NTT. Kita bukan memilih pemimpin karena suku atau agama karena NTT ini sangat plural, sehingga siapapun dan dari manapun, bisa memimpin NTT asalkan dia punya kemampuan untuk membawa kemajuan dan perubahan bagi NTT,” kata Mekeng.

Politisi senior Golkar ini menegaskan bahwa Flores, NTT merupakan miniatur kebhinekaan karena latar belakang suku, agama, ras dan budaya yang beranekaragam di berbagai daerah. Menurutnya, pemimpin NTT tidak dapat dipandang dari faktor agama, suku, rasa tau budaya tertentu.

“Masyarakat Flores, NTT harus jadi pemilih rasional dan bukan pemilih primordial yang masih melihat faktor agama, suku dan budaya tertentu. Pemilih rasional selalu melihat calon pemimpin NTT dari sisi kemampuan, integritas, karakter kepemimpinan, teruji, tuntas dengan dirinya, juga memiliki jejaring yang luas baik nasional maupun internasional. Josef Nae Soi dan Viktor Laiskodat (Paket Victory-Joss) adalah figure pemimpin yang diyakini mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi NTT lima tahun ke depan,” nilai Mekeng.

Senada Mekeng, fungsionaris DPP Partai Golkar, Sebastian Salang juga mengingatkan masyarakat Flores di Manggarai Timur agar berhenti bicara dan memilih pemimpin karena faktor kesamaan suku dan agama.

“Saatnya kita sudahi semua isu politik berbau SARA. Ini bukan jaman untuk berpikir tradisional dan primordial. Pilihlah pemimpin yang memang pantas memimpin dan memiliki kompentensi dan memiliki jaringan yang luas untuk membangun daerah ini,” ujar pendiri Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPI) ini.

Hadir juga pada kegiatan konsolidasi tersebut Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pemenangan Pemilu Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Herman Hayong, Ketua dan Sekretaris DPD AMPI NTT, Maximilianus Adipati Pari dan Mira Pelu, serta seluruh Ketua dan Sekretaris Partai Golkar tingkat Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Manggarai Timur.

--- Guche Montero

Komentar