Breaking News

REGIONAL Jelang Pilkades Serentak di Ende, Ratusan Panitia Pilkades Dibekali Bimtek 08 Nov 2019 11:15

Article image
Kegiatan Bimtek bagi Para Ketua Panitia Pilkades Serentak di Aula Wisma Emaus Ende. (Foto: KlikNTT.com)
"Bimtek ini menjadi wahana yang tepat bagi semua peserta untuk mengetahui tentang mekanisme pemilihan Kepala Desa sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Djafar.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 159 desa di Kabupaten Ende akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang diagendakan dilaksanakan pada 28 November 2019 mendatang.

Oleh karena itu, para Ketua panitia dari 159 Desa yang menyelenggarakan Pilkades serentak gelombang II Tahun 2019 mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Aula pertemuan Wisma Emaus, jalan Diponegoro, Selasa (5/11/19).

Kegiatan Bimtek tersebut dibuka oleh Bupati Ende yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Ende, Kornelis Wara.

Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Kornelis mengatakan, saat ini anggaran untuk Desa melalui Dana Desa semakin banyak.

Oleh karena itu, figur seorang kepala desa yang nantinya memimpin harus benar-benar individu yang mempunyai pengetahuan memadai serta memahami aturan-aturan yang berlaku.

"Bimtek ini menjadi wahana yang tepat bagi semua peserta untuk mengetahui tentang mekanisme pemilihan Kepala Desa sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Djafar dalam sambutan tertulisnya seperti dilansir KlikNTT.com.

Bupati berharap, setelah mengikuti kegiatan Bimtek tersebut para Panitia dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat mengetahui secara jelas tentang mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pemilihan kepala desa.

"Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting, dengan maksud agar Pilkades selain nantinya berjalan aman dan lancar serta tidak terjadi gesekan atau konflik kepentingan, juga masyarakat dapat menentukan figur kepala desa berdasarkan kemampuan individu Kepala Desa bukan berdasarkan kedekatan," himbau Bupati.

Sementara Panitia penyelenggara dalam laporan yang disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Agnes Agneta, mengatakan bahwa kegiatan Bimtek yang diikuti oleh 159 Ketua Panitia yang menyelenggarakan Pilkades serentak, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada Panitia pemilihan tentang tata cara pemilihan kepala desa.

Dikonfirmasi media ini, salah seorang Ketua Panitia Pilkades Desa Nabe, kecamatan Maukaro, Ferdin Wawo mengatakan bahwa usai mengikuti kegiatan Bimtek, pihaknya memiliki pegangan dan dasar dalam menentukan mekanisme dan tata cara bagia setiap calon kepala desa.

"Sudah jelas ada mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Pilkades serentak ini. Tinggal saja dalam implementasinya disinkronkan dengan syarat dan ketentuan Panitia sesuai panduan dari Panitia kabupaten," kata kader muda Desa Nabe ini.

Pria yang akrab disapa Topan ini berkomitmen, pihaknya akan berusaha menyelenggarakan Pilkades di Desa Nabe secara transparan dan demokratis sejak proses penjaringan hingga pemilihan, sehingga dapat melahirkan figur pemimpin yang mampu mengimplementasikan UU Desa.

"Apa yang sudah kami peroleh dari Bimtek ini akan kami terapkan saat sosialisasi. Kami mengharapkan dukungan semua pihak terutama masyarakat untuk mendukung Panitia. Kami yakin, proses yang demokratis dan teruji akan melahirkan pemimpin yang berkualitas," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar