Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Jelaskan Teori Ekonomi Makro, Menteri Sri Sindir Mahasiswa Terkait ‘Kartu Kuning’ ke Presiden Jokowi 07 Feb 2018 02:30

Article image
Menteri Keuangan Ri, Sri Mulyani Saat Memberikan Kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi Bisnis UI, Depok (Foto: jurnalindonesia.co.id)
“Kalau perekonomian Indonesia tumbuh 5 persen, nanti Pak Jokowi ditanya, ‘Pak, Bapak janjinya lebih tinggi dari 5 persen.’ Kalian kasih kartu kuning nggak?” sindir Menkeu, Sri Mulyani.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati sempat menyindir mahasiswa saat mengisi kuliah perdana mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), Depok,Senin (5/2/18).

Dalam kuliahnya, Menteri Sri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi setiap tahun selalu diupayakan naik. Hal itu agar negara semakin makmur.

Dalam penjelasan pertumbuhan ekonomi inilah, Menteri Sri menyindir soal aksi “kartu kuning” yang diacungkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Dies Natalis ke-68 UI, Jumat lalu.

“Kalau perekonomian Indonesia tumbuh 5 persen, nanti Pak Jokowi ditanya, ‘Pak, Bapak janjinya lebih tinggi dari 5 persen.’ Kalian kasih kartu kuning nggak?” sindir Menkeu yang disambut tawa mahasiswa di Auditorium FEB UI seperti dilansir jurnalindonesia.co.id.

“Jadi, mahasiswa UI yang mau kasih kartu kuning atau demo, harus sudah dapat kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro,” imbuhnya.

Menurut Menteri Sri, jika mahasiswa sudah mendapatkan kuliah ekonomi makro, maka dapat mengetahui soal kondisi ekonomi.

“Kalau sudah dapat pengantar ekonomi makro, baru demo ya. Kalau belum, terus demonya salah, itu malu-maluin. Mahasiswa harus tahu soal kondisi pertumbuhan perekonomian,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar