Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

REGIONAL Jemput Aspirasi dan Silaturahmi, Don Wangge: Politik Adalah Panggilan Nurani 11 Feb 2018 00:27

Article image
Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Ende, Don Wangge-Munawar Menggelar Dialog dan Silaturhmi dengan Masyarakat di Kelurahan Bokasape, Wolowaru, Ende (Foto: Guche)
“Ini bagian dari bagaimana menjemput aspirasi masyarakat melalui dialog dan silaturahmi. Apalagi hari ini nuansanya tidak jauh dari adat-budaya Lio yang menjadikan rumah adat (sa’o ria) sebagai ruang silaturahmi dan dialog. Inilah salah satu identitas bu

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Menjelang masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) sesuai hasil penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak 12 Februari 2018, salah satu pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Ende, Don Bosco Wangge-Munawar A. Achmad (Paket WM), Sabtu (10/2/18) menggelar dialog dan tatap muka bersama masyarakat bertempat di rumah adat (sa’o ria) Bokasape, Kelurahan Bokasape, Kecamatan Wolowaru, Ende.

Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai PAN ini disambut antusias oleh segenap masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan kaum muda hingga memasuki rumah adat disertai sapaan dan seremoni adat oleh pemangku adat setempat.

Didampingi sang Wakil, Munawar, Don Wangge mengaku bangga dengan sambutan hangat dan antusias dari warga dan kaum muda yang terus mendukungnya dalam pertarungan pilkada 2018 Kabupaten Ende bersama pasangan petahana (incummbent), Marsel Y. W. Petu-Djafar Ahmad (Paket MJ).

Kepada media ini, Don Wangge memilih ‘merendah’ dalam menghadapi Pilkada 2018 dengan terus membangun konsolidasi melalui kerja-kerja tim guna mensosialisasikan visi-misi dan program kerja kepada masyarakat.

“Menjelang Pilkada seperti sekarang ini, tentu kultur dan atmosfer politik menjadi hangat. Apalagi media massa juga digunakan sebagai ‘alat kampanye’ pasangan calon. Itu wajar dan sah-sah saja sejauh masih pada koridor demokrasi yang benar. Tentu banyak aspek yang perlu dihindari terutama pemberitaan yang bernuansa provokatif, bertendensi memicu konflik bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA) juga kampanye negatif (black campaign) yang justru memecah-belah dan mengadu-domba masyarakat. Kami percaya, tim dapat bekerja optimal dan fokus dengan setiap agenda yang akan dijalankan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Menyinggung dukungan partai pengusung, Don Wangge yang juga mantan Bupati Ende ini mengaku tetap optimis dengan dukungan masyarakat terlepas dari kontribusi partai politik. Menurutnya, politik harus memberi ruang edukasi kepada masyarakat bagaimana prospek pembangunan, reformasi birokrasi, integritas moral serta terutama komitmen terhadap pemberantasan Korupsi yang masih menjadi momok di Kabupaten Ende.

“Bukan menjadi suatu jaminan politik dengan adanya dukungan banyak partai politik. Ruang demokrasi terbuka bagi masyarakat luas yang berdaulat secara politik untuk menentukan sikap saat memilih calon pemimpin dengan hati nurani yang jujur tanpa ada tendensi kepentingan. Pada prinsipnya, nilai diri menjadi tolok ukur integritas dengan disertai visi-misi dan program kerja ke depan. Masyarakat bisa menilai dan menentukan pilihan, partai politik hanya kendaraan politik menuju Pilkada sehingga tidak menjadi jaminan mutlak,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa, bersama timnya mereka akan intens menjemput aspirasi masyarakat, menggelar dialog dan tatap muka, sosialisai dan penyampain visi-misi dan program kerja sesuai agenda yang telah dijadwalkan oleh tim.

“Ini bagian dari bagaimana menjemput aspirasi masyarakat melalui dialog dan silaturahmi. Apalagi hari ini nuansanya tidak jauh dari adat-budaya Lio yang menjadikan rumah adat (sa’o ria) sebagai ruang silaturahmi dan dialog. Inilah salah satu identitas budaya Ende-Lio yang sudah menjadi tradisi turun-temurun hingga lapisan generasi ke depan. Diharapkan, nuansa seperti ini terus dijaga tanapa harus memilah-milah hanya karena alasan Pilkada. Demokrasi harus bisa melampaui sekat-sekat perbedaan termasuk pilihan politik, karena politik adalah panggilan nurani,” tandasnya.

Politik Beretika, Demokrasi Bermartabat

Di sela-sela acara dialog dan silaturahmi, Klemens Meba yang menyatakan dukungan politik kepada pasangan Wangge-Munawar menegaskan bahwa Pilkada Ende 2018 harus menjunjungi tinggi politik yang beretika sehingga dengan demikian dapat mewujudkan wajah demokrasi yang bermartabat.

“Ada etika dalam politik dan ada martabat demokrasi. Ada fenomena yang justru mencederai nilai-nilai demokrasi sehingga ruang partisipasi politik menjadi sempit dan terkesan menjadi milik segelintir orang yang ingin menjaga kekuasaan. Politik tidak lagi menjadi ruang kompetisi secara demokratis, tetapi justru menampilkan arogansi dengan model kapitalis. Pemimpin dan calon pemimpin harus mampu menterjemahkan sisi demokrasi dengan menjaga etika politik secara santun dan transparan,” katanya.

Klemens yang sebelumnya berpasangan dengan Abdul Syukur (Paket Mesra) dan menjadi salah satu bakal calon pada Pilkada Ende ini menilai, figur Don Wangge yang pernah menjabat Bupati Ende memiliki komitmen yang kuat, berjiwa pemimpin, berintegritas, sederhana dan mampu mengayomi masyarakat.

“Ketika menyatakan dukungan kepada pasangan Wangge-Munawar, itu merupakan sikap dan komitmen politik agar ruang demokrasi menjadi terbuka bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menentukan pilihan politik, tidak lagi memilih kotak kosong sebagaimana isu yang dihembuskan. Rakyat harus diberi kesempatan menentukan pilihan politik secara demokratis. Itulah martabat demokrasi sesungguhnya,” tandasnya.

Sementara Pollycarpus, salah satu tokoh muda Bokasape menilai sosok Don Wangge selain dekat dengan masyarakat juga mampu menggerakan kaum muda.

“Sebagai kaum muda, kami terinspirasi dengan sosok Beliau yang mampu merangkul dan menggerakan kaum muda. Ia tampil apa adanya denga gayanya yang sederhana, berjiwa pemimpin dan peduli dengan masyarakat kecil,” kesan Pollycarpus.

“Pak Don adalah sosok yang merakyat, sederhana dan peduli dengan situasi masyarakat. Saat menjabat sebagai Bupati, tidak pernah ada berita terkait Korupsi. Kami yakin banyak masyarakat yang masih menginginkan Pak Don kembali memimpin kabupaten Ende,” ujar ibu Halimawati.

--- Guche Montero

Komentar