Breaking News

INTERNASIONAL Jerman Tegaskan Tokoh Oposisi Rusia Navalny Diracun dengan Gas Saraf Novichok 03 Sep 2020 10:48

Article image
Tokoh oposisi Rusia Alexander Navalny. (Foto: Sergei Ilnitsky / EPA-EFE via spiegel.de)
Kanselir Angela Merkel mengatakan, ada sejumlah pertanyaan serius “yang hanya bisa dan harus dijawab oleh pemerintah Rusia".

BERLIN, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Jerman menyatakan, politisi oposisi Rusia Alexei Navalny terbukti diracun dengan racun saraf Novichok.

Seperti disitir dari Spiegel Online, Kamis (3/9/2020), Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan, Navalny menjadi korban percobaan pembunuhan dan akan meminta penjelasan dari otoritas Rusia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Navalny diterbangkan ke Berlin setelah jatuh sakit dalam penerbangan di Siberia pada akhir Agustus lalu dan hingga  kini masih dalam keadaan koma.

Tim Navalny mengatakan bahwa lawan politik Presiden Vladimir Putin itu diracun atas perintah otoritas tertinggi di Rusia. Akan tetapi, pejabat Kremlin membantah tuduhan tersebut.

Setelah otoritas Berlin merilis hasil tes toksikologi yang dilakukan di laboratorium militer, Kanselir Merkel mengatakan, ada sejumlah "pertanyaan serius yang hanya bisa dan harus dijawab oleh pemerintah Rusia".

"Ada pihak yang mencoba untuk membungkamnya (Navalny) dan atas nama seluruh pemerintah Jerman saya mengutuknya dengan sangat keras," ujar Merkel seperti dikutip dari Spiegel.de, Kamis (3/9/2020).

Kanselir Merkel juga menyatakan, Jerman telah menyampaikan hasil penyelidikan tersebut kepada NATO dan mitra Uni Eropa dan mereka akan memberikan tanggapan berdasarkan reaksi Rusia.

Sementara itu menanggapi pernyataan Merkel, otoritas Kremlin meminta Jerman bertukar informasi secara penuh mengenai kasus Navalny dan juga meminta bukti-bukti terkait tuduhan terhadap pemerintah Rusia.

"Kami ingin tahu, di mana faktanya, di mana formulanya, setidaknya apakah ada semacam informasi (terkait tudihan Jerman)?" kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Racun saraf Novichok juga pernah digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris pada 2018. Pemerintah Inggris pun menuding intelijen militer Rusia berada di balik serangan dengan racun saraf tersebut.

 --- Rikard Mosa Dhae