Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

OLAHRAGA Jerman Terbuka; Ganda Putra Indonesia Pastikan Satu Tiket Final 10 Mar 2018 23:03

Article image
Pasangan Ganda Putra Indonesi, Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan lolos ke Semifinal dan bertemu sesama pasangan tanah air, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto pada turnamen Jerman Terbuka (Foto: Ist)
Di babak semifinal, Ahsan-Hendra akan bertemu dengan junior mereka di pelatnas Cipayung, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang terlebih dulu lolos setelah menang atas wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

MULHEIM AN DER RUHR, IndonesiaSatu.co-- Indonesia memastikan satu wakil ganda putra ke final Jerman Terbuka setelah Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan lolos ke semifinal. Ahsan-Hendra melangkah ke semifinal setelah mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei-Lee Yang dengan skor 21-13, 22-20 pada pertandingan yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jumat (9/3/18).

Di babak semifinal, Ahsan-Hendra akan bertemu dengan junior mereka di pelatnas Cipayung, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang terlebih dulu lolos setelah menang atas wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

"Kami berhasil menerapkan strategi di lapangan. Lawan juga banyak error. Waktu ketinggalan di game kedua, yang penting tidak menyerah, saling komunikasi, walau pun misalnya ujung-ujungnya kalah, tapi coba dulu. Permainan ramai di game kedua karena pola permainan lawan lebih hidup, mereka jadi bisa ada reli-reli," ujar Ahsan kepada Badmintonindonesia.org seusai pertandingan.

"Hari ini lawan tidak bermain seperti biasanya. Kalau mau menang, ya memang harus bikin mereka tidak keluar dari permainan terbaiknya. Mereka lagi percaya diri karena usai juara di Malaysia Masters 2018, jadi kami harus lebih siap. Dari segi stamina, mereka lebih unggul karena lebih muda," tambah Hendra.

Sementara wakil Indonesia di nomor tunggal putra semuanya kandas setelah Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di perempatfinal. Anthony harus mengakui keunggulan pemain China, Shi Yuqi setelah kalah dengan skor 17-21, 21-18, dan 18-21.

Tampil mendominasi di game kedua, penampilan Anthony kembali menurun di game penentuan.

"Permainan saya di game ketiga balik lagi seperti di game pertama. Saya banyak angkat bola, memang itu yang dia tunggu, kelebihannya di situ, bola-bola belakang. Ini terjadi karena posisi saya sering terdesak, jadi pengembalian saya seperti itu, mengenakkan buat lawan. Sebetulnya kalau adu dari bola depannya mungkin bisa, namun saya terus buru-buru angkat bola. Itu salahnya sehingga lawan memanfaatkan kesempatan untuk menekan dan akhirnya menang," ujar Anthony.

--- Guche Montero

Komentar