Breaking News

HUKUM Jokowi: Penyelenggaraan Peradilan Adalah Pilar Kekuatan Bangsa 02 Mar 2018 06:16

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Liputan6.com)
Karena itu, lanjut Presiden, selain kerja keras dalam perumusan dan pelaksanaan program-program pembangunan, pondasi utama yang bisa mengantarkan kita sebagai negara maju adalah sistem dan proses hukum yang betul-betul kredibel dan dipercaya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa penyelenggaraan peradilan adalah pilar penting kekuatan bangsa. Kekuatan untuk membawa lompatan kemajuan menuju Indonesia maju.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/3/2018) siang.

 “Peradilan adalah pilar utama agar negara kita bergerak cepat menuju negara maju yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Karena itu, lanjut Presiden, selain kerja keras dalam perumusan dan pelaksanaan program-program pembangunan, pondasi utama yang bisa mengantarkan kita sebagai negara maju adalah sistem dan proses hukum yang betul-betul kredibel dan dipercaya yang menghadirkan kepastian hukum, dan menghadirkan penegakan hukum yang memberikan keadilan dan rasa keadilan masyarakat.

Oleh karena itu, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap setiap upaya MA untuk menciptakan badan peradilan yang transparan, yang profesional, dan yang terpercaya.

“Penerbitan sejumlah peraturan MA/ PerMA yang progresif, pembaharuan manajemen perkara melalui sistem quality control perkara, moderenisasi sistem dan penyetoran biaya perkara, pencanangan berbasis sistem elektronik dan penyempurnaan standar digitalisasi klasifikasi perkara, serta terobosan-terobosan positif lain yang dilakukan oleh Mahkamah Agung,” ungkap Presiden Jokowi.

Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2017 itu dihadiri oleh Ketua MA Prof. Dr. M. Hatta Ali, Seskab Pramono Anung, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta, Jaksa AGung Prasetyo SH, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian

--- Redem Kono

Komentar