Breaking News

PARIWISATA Jokowi: Raup 17 Milliar Dollar AS, Devisa Pariwisata Kalahkan Kelapa Sawit 12 Feb 2019 20:15

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden mengaku telah memerintahkan kepada Menteri PUPR agar memprioritaskan empat dari 10 Bali baru.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Peluang pariwisata Indonesia sangat besar sekali. Hal ini karena Indonesia masuk dalam enam besar negara terindah di dunia. Kemudian juga masuk dalam 10 besar negara yang wajib dikunjungi.

“Ini kan juga saya lihat sebuah brand yang kita punyai, sebuah brand yang ini tinggal kita menggarap agar pariwisata ini betul-betul bisa memberikan devisa yang paling banyak,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019) malam.

Menurut Presiden, pada 2018 kemarin devisa dari pariwisata sudah mencapai 17 miliar dollar AS, sudah mengalahkan CPO, sudah mengalahkan kelapa sawit yang dulu paling tinggi.

“Pariwisata sekarang sudah paling tinggi,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Presiden, dirinya tidak keberatan dengan permintaan Menteri Pariwisata yang mengajukan anggaran Rp7 triliun untuk pemasaran, marketing, dan promosi pariwisata di Indonesia.

Presiden justru mempertanyakan kesiapan tempat-tempat wisata yang akan dipromosikan.

“Saya melihat, mohon maaf, banyak yang masih belum siap,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden mengaku telah memerintahkan kepada Menteri PUPR agar memprioritaskan empat dari 10 Bali baru.

“Saya kira di Mandalika sudah mulai dikerjakan. Selasar-selasar dikerjakan sehingga tahun ini dilanjutkan lagi. Kemudian di Toba, tahun ini akan dikerjakan. Kemudian juga di Labuan Bajo dan juga di Borobudur. Akan dimulai sehingga produk ini juga kualitasnya kalau didatangi oleh para wisatawan juga kelihatan menjadi lebih baik,” pungkasnya. 

--- Redem Kono

Komentar