Breaking News

EKONOMI Jokowi: Tambak Garam di NTT Tidak Digarap Serius 20 May 2019 16:43

Article image
Presiden Jokowi ketika berkunjung ke NTT. (Foto: Ist)
Kepala Negara menyebutkan ada lahan tambak garam ribuan hektare yang konsesinya dikuasai swasta namun tidak dikerjakan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ribuan hektare tambak garam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang konsesinya dimiliki pihak swasta tidak digarap dengan serius.

"Saya telpon Menteri ATR/BPN minta supaya itu diserahkan ke rakyat untuk dikerjakan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peresmian Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, NTT, Senin (20/5/2019).

Kepala Negara menyebutkan ada lahan tambak garam ribuan hektare yang konsesinya dikuasai swasta namun tidak dikerjakan.

"Ini yang saya perintahkan ke menteri, karena swasta tidak mengerjakan, kasih ke rakyat," katanya.

Ia menyebutkan pada Juli-Agustus 2019 nanti ada sebagian lahan garam yang dikelola rakyat dan akan panen.

Menurut dia, dari produksi garam itu, warga memperoleh pendapatan hingga Rp 15 juta per bulan yang bisa menambah kesejahteraan.

"Agustus nanti panen garam dan sertifikat lahannya kita berikan ke rakyat," katanya.

Jokowi mengatakan saat ini dirinya tidak mempunyai beban apa apa sehingga untuk kepentingan rakyat bisa diputuskan dengan segera.

"Mungkin saya akan bolak balik ke sini untuk mengecek, mutusin. Dulu mungkin presiden hanya sekali dalam lima tahun ke sini. Saya gak tahu saya ke sini sudah berapa kali, ini karena begitu cintanya kepada NTT, " pungkasnya.

---Hendrik Penu

Komentar