Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Jokowi Apresiasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 03 Jul 2018 12:19

Article image
Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan kepada para wartawan. (Foto: Ist)
Jokowi mengatakan masyarakat sekarang sudah bisa membedakan mana pemimpin yang baik, mana yang bukan.

PAREPARE, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang dengan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak 2018 yang berlangsung aman dan damai.

Apresiasi Jokowi ini disampaikan saat menerima laporan dari Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono terkait pelaksanaan Pilkada di wilayah itu, Senin, (2/7/2018).

"Saya senang sekarang masyarakat semakin matang, semakin dewasa. Bisa bedakan mana yang politik mana yang bukan," ujar Jokowi.  

Jokowi mengatakan masyarakat sekarang sudah bisa membedakan mana pemimpin yang baik, mana yang bukan.

"Memang masyarakat itu sering dikompor-kompori politikus," ujar Jokowi.

Jokowi pada kesempatan itu mengingatkan kembali masalah persatuan dan kesatuan. Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang besar dengan 714 suku yang berbeda.

"Pilih pemimpin kita, tapi jangan sampai karena pemilihan bupati, gubernur dan presiden, kita menjadi tidak rukun. Rugi besar kita. Pilih pemimpin paling baik, coblos dan rukun," ujarnya.

Meskipun masyarakat selalu menjadi menjadi objek para politikus, namun Jokowi yakin akan kedewasaan rakyat menjalankan demokrasi itu secara baik dan santun.

Adapun Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono melaporkan kondisi politik terakhir daerah itu khususnya pasca-Pilkada 27 Juni lalu.

"Provinsi ini berbeda dengan yang kita bayangkan serta apa yang terjadi. Proses pilkada dapat kami laporkan Pak Presiden, semua berjalan aman dan lancar. Alhamdulillah, tidak satu pun kejadian siginifikan," kata Sumarsono saat memberikan sambutan di sela kegiatan penyerahan sertifikat tanah di Lapangan Andi Makkasau Kota Pare-pare.

Ia menyampaikan apa yang selama ini dikhawatirkan tentang pelaksanaan Pilkada di Sulsel, tidak terbukti bahkan berjalan aman dan damai, meski selama ini Pilkada di Sulsel masuk dalam kategori "merah".

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini mengemukakan Pilkada yang damai dan aman tercipta berkat budaya Bugis-Makassar yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.

Selain itu, sikap kekeluargaan dan kebersamaan selama pelaksanaan Pilkada, seperti Pemilihan Gubernur Sulsel maupun Pilkada yang berlangsung di 12 kabupaten kota se-Sulsel.

"Inilah yang jadi acuan kami, masyarakat bisa mengorangkan orang. Saya mengucapkan terima kasih, karena kita mampu memenuhi keinginan Pak Presiden soal pilkada yang damai," ujar mantan Pejabat Gubernur DKI Jakarta itu.

--- Redem Kono

Komentar