Breaking News

NASIONAL Jokowi dan Surya Paloh Bicara Spirit Pluralisme dan Keteladanan Elit 22 Nov 2016 12:59

Article image
Presiden Joko Widodo bersama Surya Paloh menggelar konferensi pers usai sarapan pagi bersama di Istana, Selasa (22/11/2016). (Foto: Setkab.go.id)
Presiden menegaskan, pemerintah bertekad dengan seluruh kekuatan untuk mencegah tumbuh kembangnya paham-paham radikalisme di Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setelah Senin (21/11) kemarin makan siang bersama Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu tokoh politik.

Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh, sarapan pagi di teras Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) pagi.

Seusai pertemuan, kepada wartawan Presiden Jokowi menegaskan bahwa penguatan kembali spirit kemajemukan, spirit pluralisme, saling menghargai, saling menghormati, saling mengasihi, saling menyayangi antaranak bangsa sangat diperlukan pada masa sekarang dan yang akan datang.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Surya Paloh, Presiden mengaku membicarakan masalah pemantapan kembali ideologi Pancasila oleh seluruh komponen bangsa.

“Bukan hanya pemerintah saja, tapi juga oleh pemuka masyarakat, pemuka agama, dan di dalamnya termasuk produk-produk yang dikeluarkan oleh DPR maupun kebijakan-kebijakan pemerintah harus bermuara kepada ideologi Pancasila,” kata Presiden.

Presiden menegaskan, pemerintah bertekad dengan seluruh kekuatan untuk mencegah tumbuh kembangnya paham-paham radikalisme di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku menjadi warga negara yang sangat bahagia karena diundang makan pagi oleh Presiden Jokowi. Ia menilai, pemikiran yang disampaikan oleh Presiden Jokowi itu sejalan dengan pemikirannya, bahkan mayoritas bangsa Indonesia.

Surya Paloh mengatakan, hari ini bangsa Indonesia sedang meniti kembali satu perjuangan ke depan, agar bisa bersaing lebih kuat dengan bangsa-bangsa lain. Karena itu, Surya Paloh menekankan bahwa stabilitas merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

“Poin penting dari Presiden tadi betapa pentingnya stabilitas, dan saya merasa itu tidak bisa ditawar-tawar, bagaimana kehidupan yang harmoni di antara seluruh komponen bangsa mutlak harus hadir di tengah-tengah kehidupan kita,” ujarnya dikutip Setkab.go.id.

Selain itu, lanjut Surya Paloh, bangsa Indonesia juga patut menjaga paham nasionalisme kebangsaan, karena tidak mungkin paham ini bisa terjaga dengan baik kalau ada pembiaran terhadap paham-paham radikalisme yang mengancam ideologi kebangsaan.

Surya mengajak seluruh komponen bangsa, terutama para elit, agar memberi keteladanan.

“Semangat keteladanan itu harus diberikan  dari waktu ke waktu, di mana saja, kapan saja, oleh para elit bangsa ini. Kalau ada keteladanan, di sana ada semangat pengorbanan, maka semangat dan sikap-sikap itu akan melahirkan negarawan-negarawan baru di Indonesia,” ujar Surya. 

---

Komentar