Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin, Prabowo Memilih Sandiaga Uno 10 Aug 2018 01:00

Article image
Dua paket capres dan cawapres yang akan berlaga di Pilres 2019. (Foto: Ist)
Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin diumumkan sebagai cawapres bagi Joko Widodo dalam pertemuan koalisi pendukung di Pelataran Menteng Jakarta. Sementara Prabowo Subianto bersama koalisi mendeklarasikan Sandiaga Uno ketimbang AHY yang disodor Demokrat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pertemuan koalisi partai politik pendukung Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024 yang berlangsung di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam akhirnya memutuskan Rais 'Aam PBNU KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Dalam jumpa pers, Jokowi menegaskan keputusannya untuk mencalonkan diri kembali sebagai capres 2019-2024.

"Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan saran dari berbagai elemen masyarakat maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof Dr KH Ma'ruf Amin," kata Presiden Jokowi.

Jokowi menyebutkan alasan pemilihan Ma'ruf Amin lantaran latar belakang, pengalaman, hingga sikapnya yang mencerminkan keteladanan tinggi. "Sosok yang utuh dan bijaksana," ujar Jokowi. 

Pertemuan Jokowi dengan para petinggi partai politik pendukung di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.15 WIB.

Sebelumnya nama Mahfud MD santer disebut bahkan akan dideklarasikan sebagai cawapres Jokowi pada Kamis malam ini. Namun seketika menguat nama KH Ma'ruf Amin menggantikan Mahfud MD yang sebelumnya dikabarkan berada di Restoran Tesate, tak jauh dari tempat pertemuan Jokowi dan parpol pendukung. Namun, tak lama kemudian Mahfud kembali ke kediamannya di Jalan Kramat.

Tak lama berselang, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dalam akun twitter resminya telah memberi bocoran bahwa KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. "Rapat antara Pak Jokowi dengan Ketum-ketum, sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai calon wapres Pak Jokowi," cuitnya.

Setelah mengetahui bahwa dia tidak dipilih, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku tidak kecewa dengan keputusan Jokowi dan sembilan partai koalisi pendukungnya. "Saya tidak kecewa, kaget saja, karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan sudah agak detail," kata Mahfud, dalam sebuah wawancara di Kompas TV, pada Kamis (9/8/2018) sore.

"Biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa," ujar mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid ini. "Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud, nama Ma'ruf Amin," ucap Mahfud.

Pilih Sandiaga

Sementara pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi mengumumkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019. Prabowo mendeklarasikan Sandiaga sebagai pasangannya di rumah pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan didampingi dua partai koalisi yakni PKS dan PAN.

Suara sorak sorai menyambut saat Prabowo menyebutkan nama Sandiaga yang berpasangan dengannya, bukan nama AHY yang disodor Demokrat.

Menanggapi keputusan terserbut, Partai Demokrat yang akhirnya ditinggal koalisi Prabowo akan menggelar rapat Majelis Tinggi Partai pada Jumat (10/8/2018) pagi. Rapat ini akan menentukan arah koalisi Demokrat, apakah akan mengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Majelis Tinggi Partai Demokrat esok pukul 08.00 pagi, akan bersidang untuk memutuskan Partai Demokrat akan berkoalisi kemana dan langkah politik Demokrat selanjutnya," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, Jumat dini hari.

Menurut Imelda, rapat tersebut akan digelar di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di bilangan Mega Kuningan, Jakarta.

--- Sandy Romualdus

Komentar