Breaking News
  • Ledakan truk minyak di Pakistan tewaskan ratusan orang
  • Obama tinggalkan Bali menuju Yogyakarta
  • Pascalebaran harga cabai di Minahasa Rp120.000/kg
  • Presiden Jokowi terima GNPF-MUI di Istana Merdeka
  • Wapres dampingi Presiden Jokowi open house di Istana

INTERNASIONAL Jokowi Hubungi Erdogan Terkait Ketegangan Arab Saudi-Qatar 14 Jun 2017 07:00

Article image
Presiden Jokowi ketika menjawab pertanyaan wartawan di Penjaringan seusai menyerahkan paket bantuan Ramadhan. (Foto: Biro Setpres)
Langkah sementara yang dilakukan pemerintah adalah mendapat masukan-masukan terlebih dahulu persoalan dasarnya apa sehingga nanti dapat mengetahui Indonesia bisa berperan di sebelah mana.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Jokowi telah menghubungi lewat telepon Presiden Turki Erdogan. Selain itu, Presiden Jokowi juga telah menghubungi Emir Qatar Syekh Tamir dan juga Syekh Muhammed dari Uni Emirat Arab terkait konfik yang melibatkan Qatar dan beberapa negara di Timur Tengah.

Informasi ini disampaikan Jokowi setelah melakukan pembagian sembilan bahan pokok (sembako) di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/6/2017).

 “Saya sudah hubungi Presiden Turki Erdogan. Saya sudah telepon, bicara banyak. Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar Syekh Tamir, sudah telepon, bicara banyak juga. Kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Syekh Muhammed dari Uni Emirat Arab, bicara banyak,” jelas Presiden.

Presiden Jokowi menyampaikan langkah sementara yang dilakukan pemerintah adalah mendapat masukan-masukan terlebih dahulu persoalan dasarnya apa sehingga nanti dapat mengetahui Indonesia bisa berperan di sebelah mana.

“Jadi sementara ini saya belum bisa berbicara di sebelah mana kita akan berperan. Tetapi ini saya akan terus bertelpon dengan negara-negara yang berkaitan dengan gesekan yang terjadi di Timur Tengah, terutama antara Saudi Arabia dengan Qatar,” ungkap Presiden.

Saat ditanya apakah Indonesia bisa jadi mediator, Presiden sampaikan bahwa ini baru dihubungi untuk mendapatkan masukan problem-problem sebenarnya apa.

 “Kemudian pendekatan yang bisa kita lakukan lewat mana nanti bisa kita dapat simpulkan setelah masukan itu dari semua sisi ada,” pungkas Presiden.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan. Menlu mengharapkan negara negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini, mengedepankan dialog dan rekonsiliasi  untuk menyelesaikan masalah.

“Indonesia siap berkontribusi untuk itu,” ujar Retno.

--- Redem Kono

Komentar