Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Jokowi Kembali Angkat Anggota Wantimpres dari Kalangan NU 31 May 2018 08:28

Article image
Mantan juru bicara Gus Dur, Yahya Cholil Staquf yang diangkat menjadi anggota Wantimpres. (Foto: You Tube)
Yahya akan dilantik siang ini. Pelantikan akan dipimpin langsung Jokowi di Istana Negara pukul 13.00 WIB.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengangkat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Setelah KH Hasyim Muzadi, kali ini giliran menunjuk Yahya Cholil Staquf yang diangkat menjadi anggota Wantimpres.

Penunjukan Yahya Cholil Staquf  dibenarkan oleh pihak istana. Dengan ditunjuknya Yahya Cholil Staquf, maka jumlah anggota Wantimpres menjadi 11 orang. Tokoh terakhir yang dilantik Jokowi menjadi anggota Wantimpres adalah Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Agum dilantik  di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12P Tahun 2018.

"Iya," jawab Juru bicara Presiden, Johan Budi SP sebagaimana dilaporkan Kamis (31/5/2018).

Yahya akan dilantik siang ini. Pelantikan akan dipimpin langsung Jokowi di Istana Negara pukul 13.00 WIB.

Undangan pelantikan Yahya juga sudah tersebar di media sosial. Undangan tersebut berwarna putih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Biro Pers Setpres, Yahya akan dilantik pukul 13.00 WIB di Istana Negara, Kamis (31/5/2018). Pelantikan akan dipimpin Jokowi.

Yahya saat ini menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Sebelum ini,Yahya pernah juga menjabat sebagai juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

Belum diketahui alasan Jokowi menunjuk Yahya jadi anggota Wantimpres. Sebelum Yahya, Agum Gumelar dilantik Jokowi jadi anggota Wantimpres tahun 2017.

 

Berikut ini daftar anggota Wantimpres:

  1. Jenderal (Purn) Subagyo HS (Hanura)
  2. Sidarto Danusubroto (PDIP)
  3. Letjen (Purn) Yusuf Kartanegara (PKPI)
  4. KH Hasyim Muzadi (PBNU)
  5. Suharso Monoarfa (PPP versi Romahurmuziy)
  6. Rusdi Kirana (PKB)
  7. Jan Darmadi (Nasdem)
  8. Abdul Malik Fadjar (PP Muhammadiyah)
  9. Sri Adiningsih (guru besar ekonomi UGM)
  10. Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar
  11. Yahya Cholil Staquf

--- Simon Leya

Komentar