Breaking News

REGIONAL Jokowi Kunjungi Korban Gempa Bumi di NTB 01 Aug 2018 02:34

Article image
Presiden Jokowi menyapa para korban di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Ist)
Kepada korban yang rumahnya roboh akibat gempa tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan agar segera diberikan uang, sehingga mereka bisa membangun rumahnya kembali.

LOMBOK TIMUR, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana, Senin (30/7/2018) pagi, bertolak dari Sumbawa menuju Lombok Timur guna meninjau masyarakat terdampak bencana gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Barat dan Bali, Minggu (29/7/2018) pagi kemarin.

Helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara yang membawa Presiden Jokowi lepas landas dari Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III sekitar pukul 07.00 WITA menuju helipad Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur.

Dari SPN, Presiden Jokowi langsung menuju lokasi pengungsian di Lapangan Madayin, Sambelia, Lombok Timur.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi.

Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi menyampaikan duka mendalam kepada korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WITA, terutama kepada korban yang meninggal.

“Semoga arwahnya diterima Gusti Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat meninjau Posko pengungsian korban bencana gempa bumi di Kantor Desa Madayin, Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018) pagi.

Kepada korban yang rumahnya roboh akibat gempa tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan agar segera diberikan uang, sehingga mereka bisa membangun rumahnya kembali.

“Nanti akan dibantu per rumah kira-kira lima puluhan juta, dan akan segera ditindaklanjuti oleh Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), disupervisi oleh Kementerian PUPR, dan diawasi juga oleh Pak Gubernur, Pak Bupati,” ujar Presiden.

Angka Rp 50 juta itu, jelas Presiden, sudah sesuai dengan jawaban yang disampaikan masyarakat saat ditanya besar biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali rumahnya yang roboh.

“Saya hanya ingin kroscek saja. Yang menentukan jumlahnya berapa BNPB, kurang lebih tadi lima puluhan plus minus,” jelas Presiden seraya menambahkan, plus minus kaena ada yang rusak berat, rusak ringan, dan tidak rusak.

Adapun terhadap para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani yang jumlahnya mencapai ratusan orang, menurut Presiden, sudah diproses sejak kemarin oleh Basarnas, BNPB, dan TNI. “Semoga nanti bisa selesai semuanya,” ucapnya.

Presiden mengingatkan, bahwa negara Indonesia memang berada di ring of fire. Jadi apapun masyarakat harus siap menghadapi setiap bencana-bencana yang ada. Baik gempa seperti ini, kemudian banjir, dan lain-lain.

--- Redem Kono

Komentar