Breaking News

HUKUM Jokowi Pertimbangkan Perppu Revisi UU KPK 27 Sep 2019 08:38

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Jokowi mengaku mempertimbangkan penerbitan perppu setelah mendapatkan aksi penolakan dari berbagai kalangan masyarakat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Opsi penerbitan peraturan presiden pengganti undang-undang (perppu) pengganti hasil revisi UU KPK yang telah disahkan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Jokowi setelah mendapatkan masukan dari berbagai tokoh bangsa yang hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9).

"Berkaitan dengan UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali masukan-masukan juga yang diberikan kepada kita. Utamanya memang masukan itu berupa penerbitan perppu," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (26/7/2019).

Pada Senin (23/9/2019), Presiden Jokowi menegaskan tak akan mengoreksi UU KPK yang telah disahkan. Ia juga menolak menerbitkan perppu.

"Enggak ada (penerbitan perppu)," kata dia saat ditanya para pewarta.

Jokowi mengaku mempertimbangkan penerbitan perppu setelah mendapatkan aksi penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Keputusan penerbitan perppu itu dikatakannya akan segera disampaikan dalam waktu singkat.

"Akan kita kalkulasi, kita hitung, kita pertimbangkan, terutama dari sisi politiknya," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga mengapresiasi aksi mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menolak revisi undang-undang yang bermasalah, termasuk UU KPK. Gerakan mahasiswa tersebut, kata dia, merupakan bentuk demokrasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Masukan-masukan yang disampaikan menjadi catatan untuk memperbaiki yang kurang di negara kita," ujar Jokowi.

Namun, Jokowi menegaskan agar aksi digelar secara damai dan tak merusak fasilitas umum.

--- Redem Kono

Komentar