Breaking News

HANKAM Jokowi Revisi Usia Pensiun Tamtara dan Bintara TNI 01 Feb 2019 09:12

Article image
Jokowi bertemu perwira tinggi TNI di Istana. (Foto: Ist)
Senada dengan Presiden Jokowi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui bahwa usia 53 tahun bagi prajurit TNI menunjukkan mereka masih segar, masih muda.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Jokowi kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Hukum dan HAM, dan juga Panglima TNI untuk merevisi batas usia pensiun terutama untuk tamtama dan bintara, dari  yang sekarang pensiunnya 53 ke 58. Tapi untuk ini, diakui Presiden harus merevisi undang-undang.

Mengenai alasan perubahan usia pensiun untuk tamtara dan bintara dari 53 ke 58 itu, Presiden Jokowi mengatakan, kalau umur 53 itu masih seger-segernya, masih produktif-produktifnya. Karena itu, pemerintah ingin disamakan dengan batas usia pensiun Polri, yaitu 58 tahun.

Masih Segar

Senada dengan Presiden Jokowi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui bahwa usia 53 tahun bagi prajurit TNI menunjukkan mereka masih segar, masih muda.

“Bisa kita gunakan untuk kegiatan-kegiatan lain, seperti di angkatan laut, semakin dewasa, semakin paham tentang problem masalah mesin kapal, bagaimana sistem navigasi, bagaimana sistem radar kapal termasuk angkatan udara bagaimana sistem enjin dan sebagainya, semakin matang mereka.

“Ini yang kita harapkan tetap dinas di TNI,” ujar Panglima TNI.

Kemudian kalau dari pasukan-pasukan, menurut Panglima TNI, nanti bisa juga dimasukkan di teritorial, contohnya di pesisir, menjadi bintara pembina pesisir, babinsa, dan lain sebagainya.

“Jadi usia di 58 adalah usia yang sangat-sangat masih produktif lah,” tegas Panglima TNI.

--- Redem Kono

Komentar