Breaking News

OLAHRAGA Juarai US Open, Nadal Raih Gelar Grand Slam ke-19 09 Sep 2019 11:16

Article image
Petenis Spanyol Rafael Nadal sukes mengangkat trofi Grand Slam usai menjuarai US Open di New York. (Foto: New18.com)
Petenis Spanyol Rafael Nadal sukes mengangkat trofi Grand Slam usai menjuarai US Open di New York. (Foto: New18.com)

NEW YORK, IndonesiaSatu.co -- Petenis Spanyol Rafael Nadal sukses meraih gelar Grand Slam ke-19 usai mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 dalam final untuk meraih gelar US Open keempatnya, Minggu waktu setempat atau Senin WIB).

Atas kemenangan tersebut, Nadal hanya kurang satu gelar lagi untuk menyamai rival terkuatnya Roger Federer sekaligus meraih hadiah uang 3,85 juta dolar atau Rp 53 miliar.

Sudah menjadi raja di lapangan tanah liat, petenis Spanyol itu menjadi master di lapangan keras Flushing Meadows New York dua pekan ini. Namun, ia harus bekerja keras untuk mengalahkan petenis Daniil Medvedev.

Seperti dikutip Antara dari Reuters, petenis kidal berusia 33 tahun itu menjadi petenis tertua kedua yang menjadi juara US Open pada era profesional di bawah petenis Australia Ken Rosewall, yang berusia 35 tahun ketika ia meraih gelar pada 1970.

Sementara tunggal putri mempunyai empat juara Grand Slam berbeda musim ini. Pemain lama Nadal, Federer dan Novak Djokovic terus menguasai pada tunggal putra setelah "Big Three" tersebut bergabung memenangi 12 turnamen besar terakhir.

Petenis peringkat dua dunia Nadal memperoleh hadiah uang 3,85 juta dolar AS di Arthur Ashe Stadium dan menambahkan gelar US Open setelah juara pada 2010, 2013 dan 2017.

Nadal, yang mencapai pertandingan final US Open kelima dan final Grand Slam ke-27, adalah putra pertama yang meraih lima gelar besar setelah berusia 30 tahun.

Dikutip dari AFP, Nadal, yang meningkat rekornya menjadi 22-12 dalam pertandingan lima set, hanya kehilangan satu pertandingan Grand Slam dari lebih dari 200 ketika ia telah memenangi dua set pertama, kekalahan itu terjadi di tangan petenis Italia Fabio Fognini pada putaran ketiga US Open 2015.

Dalam waktu empat jam 50 menit, pertandingan tersebut berakhir kurang empat menit dari menyamai final terlama dalam sejarah US Open dibanding kemenangan Mats Wilander pada 1988 dan gelar 2012 yang diperoleh Andy Murray.

Ini merupakan gelar Grand Slam kedua tahun ini bagi Nadal setelah meraih mahkota French Open ke-12-nya pada Juni lalu.

Nadal, yang memenangi satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Medvedev pada final Montreal bulan lalu, jarang tampak terancam setelah dipatahkan servisnya pada awal pertandingan.

Petenis Spanyol itu memperpanjang kemenangan beruntunnya atas petenis Rusia menjadi 20 pertandingan sejak kalah dari Nikolay Davydenko pada semifinal di Doha 2011.

Unggulan kelima (23), berjuang sepanjang final Grand Slam pertamanya namun tidak mampu menjadi juara putra termuda Grand Slam sejak Juan Martin del Potro pada US Open 2009, membuat rekornya menjadi 0-5 dalam pertandingan lima set.

Medvedev, yang kemenangannya dalam 12 pertandingan beruntun --terbaik dalam kerirnya-- berakhir, mungkin bisa menjadi petenis Rusia pertama yang memenangi gelar Grand Slam sejak Marat Safin pada Australia Open 2005 dan petenis Rusia yang memenangi US Open sejak Safin pada 2000.

--- Simon Leya

Komentar