Breaking News

POLITIK Jumlah Lembaga Hitung Cepat Pemilu 2019 Melonjak Tajam 16 Apr 2019 17:09

Article image
Ilustrasi hitung cepat (quick count) Pemilu 2019. (Foto: Tribun News)
Lembaga lain di luar dari 40 lembaga yang sudah terdaftar dilarang melakukan survei atau hitung cepat yang dipublikasikan ke publik, karena menurut undang-undang, lembaga survei harus mendaftar ke KPU.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Jumlah lembaga survei yang akan ikut melakukan hitung cepat Pemilu serentak 2019 melonjak tajam. Dari 11 lembaga pada Pemilu 2014, lembaga survei yang sudah resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk hitung cepat Pemilu 2019 menjadi 40 lembaga survei.

Pada Pemilu 2014, terdapat empat lembaga survei  resmi yang mencatat kemenangan bagi pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dari empat lembaga tersebut, dua di antaranya kembali ikut berpartisipasi pada hitung cepat Pemilu 2019 yakni Jaringan Suara Indonesia dan Puskaptis.

Seperti diwartakan Antara News, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di Jakarta, Selasa (16/4/2019), menyatakan lembaga survei terdaftar itu memiliki pengertian lembaga yang sudah diverifikasi KPU dan memenuhi syarat sebagai lembaga jajak pendapat dan hitung cepat pemilu 2019.

"KPU sudah memberikan status kepada 40 lembaga survei," kata Wahyu.

Dalam proses verifikasinya, lembaga survei harus memenuhi persyaratan antara lain melaporkan sumber dana yang digunakan dalam kegiatan survei guna menjamin lembaga itu independen.

Kemudian, lembaga itu juga harus memberikan informasi lengkap mengenai metodelogi survei serta melaporkan seluruh personelnya yang akan melakukan survei.

Sementara untuk menayangkan hitung cepat atau "quick count" hasil pemilu, lembaga survei harus mematuhi perundang-undangan di mana hasil hitung cepat baru bisa disampaikan kepada publik dua jam setelah kegiatan pemungutan dan penghitungan suara berakhir.

Lembaga lain di luar dari 40 lembaga yang sudah terdaftar dilarang melakukan survei atau hitung cepat yang dipublikasikan ke publik, karena menurut undang-undang, lembaga survei harus mendaftar ke KPU.

"Selain itu jika ada selain 40 lembaga survei itu merilis hasilnya itu pelanggaran," kata Wahyu.

Lebih jauh Wahyu mengatakan lembaga survei internal peserta pemilu dipersilakan melakukan survei dan hitung cepat untuk kepentingan internalnya. Namun manakala survei dan hitung cepat itu dipublikasikan maka akan terikat dengan ketentuan perundang-undangan dan menjadi sebuah pelanggaran.

Empat lembaga survei yang mencatat kemenangan Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014 yakni Indonesia Research Center (IRC), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Lembaga Survei Nasional (LSN), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Sementara itu, tujuh yang mencatat kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yaitu Litbang Kompas, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, Populi Center, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Radio Republik Indonesia (RRI), dan Saiful Mujani Research Center (SMRC).

Berikut ini 40 lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU sebagai penyelenggara jajak pendapat dan hitung cepat pemilu 2019.

1. Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI)
2. Poltracking Indonesia
3. Indonesia Research And Survey (IRES)
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Radio Republik Indonesia
5. Charta Politika Indonesia
6. Indo Barometer
7. Penelitian dan Pengembangan Kompas
8. Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)
9. Indikator Politik Indonesia
10. Indekstat Konsultan Indonesia
11. Jaringan Suara Indonesia
12. Populi Center
13. Lingkaran Survey Kebijakan Publik
14. Citra Publik Indonesia
15. Survey Strategi Indonesia
16. Jaringan Isu Publik
17. Lingkaran Survey Indonesia
18. Citra Komunikasi LSI
19. Konsultan Citra Indonesia
20. Citra Publik
21. Cyrus Network
22. Rataka Institute
23. Lembaga Survei Kuadran
24. Media Survey Nasional
25. Indodata
26. Celebes Research Center
27. Roda Tiga Konsultan
28. Indomatrik
29. Puskaptis
30. Pusat Riset Indonesia (PRI)
31. PT. Data LSI (Lembaga Survei Indonesia)
32. Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
33. Voxpol Center Research & Consultan
34. FIXPOLL Media Polling Indonesia
35. Cirus Curveyors Group
36. Arus Survei Indonesia
37. Konsepindo Research and Consulting
38. PolMark Indonesia
39. PT. Parameter Konsultindo
40. Lembaga Real Count Nusantara

--- Simon Leya

Komentar