Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Jurnalis “The Washington Post” Hilang di Turki, Diduga Telah Dibunuh 08 Oct 2018 08:55

Article image
Foto Jamal Khashoggi dibawa oleh pengunjuk rasa yang menuntut kejelasan nasib jurnalis itu. (Foto: Reuters via spiegel,de)
Khashoggi ditengarai dibunuh oleh sebuah tim dari Arab Saudi yang sengaja dikirim "khusus untuk membunuh".

ISTANBUL, IndonesiaSatu.coSetelah hampir sepekan dilaporkan hilang sejak memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, jurnalis harian “The Washington Post”, Jamal Khashoggi, diduga telah dibunuh.

Seperti dilansir Spiegel Online, Senin (8/10/2018),  kepolisian Turki telah memeriksa kamera-kamera pengawas dan tidak melihat Khashoggi meninggalkan Konsulat Turki dengan berjalan kaki. 

Pada Selasa (2/10/2018 lalu) jurnalis berkewarganegaraan Arab Saudi itu mendatangi Konsulat Arab Saudi untuk melengkapi dokumen untuk persiapan pernikahannya. Ia ditemani tunangannya bernama Hatice, tetapi wanita asal Turki itu tidak diizinkan masuk bersamanya.

Sesuai aturan standar konsulat, Khashoggi diminta untuk tidak membawa telepon genggamnya. Ia lantas menitipkan telepon kepada Hatice dan memintanya untuk menghubungi seorang penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jika ia tidak kembali.

Sejak saat itu Khashoggi tidak terlihat keluar dari gedung dan tidak ada kontak sama sekali. Hatice yang menunggu hingga kantor konsulat tutup pada sore harinya tidak melihat  tunangannya keluar dari gedung konsulat.

Salah satu sumber harian “Washington Post menyebutkan, Khashoggi ditengarai dibunuh oleh sebuah tim dari Arab Saudi yang sengaja dikirim "khusus untuk membunuh".

Otoritas kejaksaan Turki dikabarkan telah memulai proses investigasi atas kasus hilangnya wartawan yang berencana akan menikahi Hatice dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk meminta penjelasan mengenai insiden hilangnya Khashoggi.

Sementara itu, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintahan Arab Saudi. Namun secara informal pihak konsulat Saudi di Istanbul menyatakan, dugaan bahwa Khashoggi dibunuh sangat tidak berdasar.

Kasus hilangnya Khashoggi memicu aksi protes sejumlah pihak yang menuntut kejelasan nasib jurnalis berusia 59 tahun yang reputasinya mendapat pengakuan intrernasional tersebut.

 --- Rikard Mosa Dhae