Breaking News
  • Indonesia lampaui rata-rata standar keselamatan penerbangan dunia
  • Pemerintah realisasikan subsidi angkutan kargo udara di Papua
  • Pemerintah upayakan 2018 tanpa revisi APBN
  • Randi Anto pimpin Jamkrindo

EKONOMI Jusuf Kalla: Konsep Ekonomi Syariah Tidak Sulit Diterapkan 09 Nov 2017 19:16

Article image
Pembukaan ISEF 2017 di Surabaya oleh Wapres Jusuf Kalla, Kamis (9/11). (Foto: Sandy)
“Ekonomi syariah sebenarnya tidak terlalu sulit, karena ekonomi bagian dari muamalah. Selama tidak haram, itu halal...” 

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Konsep ekonomi syariah yang bisa dijadikan salah satu sistem dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, sesungguhnya tidak sulit untuk diterapkan. Namun sejauh ini aktivitas ekonomi syariah sepenuhnya belum terekam dan tersosialisasi dengan baik.

"Suatu ekonomi syariah sebenarnya tidak terlalu sulit, karena ekonomi bagian dari muamalah. Selama tidak haram, itu halal," kata Wakil Presiden, Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/11).

Wapres menjelaskan, dalam mengukur kemajuan sebuah negara bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang dicapai. Penyelenggaraan ISEF 2017 diharapkan mampu mendorong untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah di dalam negeri.

"Di sini kita berbicara tentang sistem ekonomi syariah. Dalam bentuk pembicaraan dan festival ekonomi syariah Indonesia, agar kita kembangkan ekonomi ini bukan dalam angkanya, tapi dengan sistem yang halal yang dirahmati Allah SWT," ujar Wapres.

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami dari nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dengan kapitalisme, sosialisme maupun negara kesejahteraan.

Dalam ISEF 2017 yang diselenggarakan pada 7 hingga 11 November 2017, juga mengusung strategi pengembangan ekonomi syariah dan mencakup tiga pilar, yakni pengembangan ekonomi syariah dalam bentuk halal supply chain atau jaringan aktivitas produksi barang dan jasa halal yang melibatkan usaha besar, menengah, dan kecil.

Selain itu, mempercepat sektor keuangan syariah dan memperkuat riset dan edukasi dalam membentuk gaya hidup halal.Berkaitan dengan strategi pengembangan ekonomi syariah itu, mulai tahun ini pengembangan ekonomi syariah tidak hanya terfokus pada sektor keuangan, tetapi juga sektor lainnya berupa halal supply chain.

Wapres menambahkan, salah satu yang menjadi tantangan dalam menjalankan ekonomi syariah yakni dalam sistem keuangan syariah yang harus menghindari riba.

"Yang agak rumit adalah sistem keuangan syariah, agar menghindari riba. Memang untuk halal sangat sederhana, selama yang kita jual bukan barang haram, selama kita tidak melakukan perjudian, berspekulasi, dan riba. Semua pasti halal," kata Wapres.

Adapun ISEF 2017 merupakan salah satu gelaran ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil. ISEF mencakup Sharia Economic Forum dan Sharia Fair.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada ISEF 2017 antara lain pemilihan enterpreneur muda di bidang syariah, dai cilik, duta ekonomi syariah, dan lain-lain. Diharapkan kegiatan itu akan memberikan motivasi kepada generasi muda terlibat dalam menggerakkan ekonomi syariah untuk kedepannya.

--- Sandy Romualdus

Komentar