Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

MEGAPOLITAN Kabar Gembira, Jokowi Janjikan Tarif MRT Rp 8.000 - 9.000 06 Nov 2018 13:31

Article image
Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya mesin bor Antareja untuk jalur MRT Jakarta, di Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2015). (Foto: Setkab)
Tarif yang dijanjikan Jokowi ini jauh dari tariff yang diprediksi sebelumnya, ketika proses pengerjaan proyek MRT baru dimulai.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Kabar gembira buat warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tarif mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) Jakarta dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus berkisar Rp 8.000-9.000.

Jokowi mengatakan ini usai menjajal  MRTJakarta dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus Selasa (6/11/2018). 
"Di kereta tadi dibicarakan mengenai tarif berapa. Kurang lebih Rp 8.000-9.000," kata Jokowi. 

Tarif yang dijanjikan Jokowi ini jauh dari tariff yang diprediksi sebelumnya, ketika proses pengerjaan proyek MRT baru dimulai.

Pemprov DKI Jakarta setahun lalu sudah menyiapkan besar tarif moda transportasi masal tersebut sekitar Rp 20.000 per orang.

Jika dibandingkan dengan tarif angkutan masal lainnya seperti kereta rel listrik (KRL), angka ini diangka ini cukup tinggi. Kendati demikian Pemprov DKI Jakarta memastikan akan memberikan subsidi melalui public service obligation (PSO).

Seperti ditulis Jawa Pos (26/10/2017), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar pernah menyebut perkiraan tarif yang dibebankan kepada penumpang MRT, yakni kisaran Rp 20.000. Namun, Pemprov DKI bersama PT MRT masih bisa menghitung ulang besaran tarif tersebut agar lebih terjangkau masyarakat.

Jokowi menargetkan MRT Jakarta ini bisa beroperasi dan dipakai masyarakat pada Maret 2019. Dia yakin, dengan adanya MRT Jakarta akan memberikan dampak ekonomi yang besar.

"Masyarakat akan lebih efisien. Yang jelas lebih efisien," tuturnya seperti dikutip detik.com (6/11/2018). 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menegaskan beroperasinya MRT Jakarta harus terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti TransJakarta, kereta bandara, angkutan kota hingga light rail transit (LRT) yang kini juga tengah dikebut pengerjaannya. 

"Kalau semua terintegrasi mengurangi kemacetan, mengurangi kendaraan pribadi," katanya. 

Diberitakan sebelumnnya, Jokowi menjajal MRT Jakarta. Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan helm keselamatan itu juga didanpingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Utama MRT Jakarta Willliam Sabandar. 

--- Simon Leya

Komentar