Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Insiden di Ketinggian 9800 Meter, Kopilot Sichuan Airlines Tersedot Setengah Badan ke Luar Kokpit 15 May 2018 15:42

Article image
Sebuah pesawat milik maskapai Sichuan Airlines China. (Foto: getty images)
Kapten Pilot Liu Chuanjin mengatakan, saat mencapai ketinggian 9.800 meter kaca depan pesawat bagian kanan tiba-tiba retak dan sesaat kemudian pecah dan terlepas.

CHENGDU, IndonesiaSatu.co – Sebuah pesawat Airbus A319 milik maskapai Sichuan Airlines mengalami insiden serius ketika salah satu jendela kokpitnya pecah di ketinggian sekitar 9.800 meter. Dikutip dari Spiegel Online, Selasa (15/5/2018), dalam insiden tersebut kopilot tersedot setengah badan ke luar kokpit pesawat.

Beruntung, pilot kemudian berhasil melakukan pendaratan darurat di bandara internasional Chengdu. Pesawat komersial dengan nomor penerbangan 319 itu lepas landas dari Chonqing menuju Lasha, Tibet, Senin pagi (14/5/2018) waktu setempat.

Kapten Pilot Liu Chuanjin mengatakan, saat mencapai ketinggian 9.800 meter kaca depan pesawat bagian kanan tiba-tiba retak dan sesaat kemudian pecah dan terlepas.

Kokpit lantas dipenuhi bunyi gemuruh dan kondisi menjadi sulit dikendalikan. Kopilot yang mengenakan sabuk pengaman ketika terjadinya insiden sempat tersedot setengah badan ke luar pesawat.

"Tak ada tanda-tanda sama sekali. Kaca depan tiba-tiba retak dan pecah diiringi suara seperti ledakan keras. Saya melihat kopilot saya telah tersedot setengah badan keluar dari jendela," kisah Chuanjin kepada media Chengdu seperti dikutip dari Spiegel Online, Selasa (15/5/2018).

Meski kondisi di kokpit hampir di luar kendali karena tekanan udara yang berubah drastis dan kesulitan berkomunikasi, upaya Kapten Chuanjin melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Shuangliu Chengdu berbuah sukses pada pukul 8 pagi waktu setempat.

Ketenangan Kapten Liu Chuanjin lantas menuai pujian dari dunia penerbangan, juga di media sosial. Ia berhasil menyelamatkan sedikitnya 119 penumpang dan sembilan awak pesawat dalam penerbangan tersebut.

Sejumlah penumpang kemudian diterbangkan dengan pesawat lain ke Lhasa, Tibet. Sedangkan sekitar 29 penumpang harus dirawat di rumah sakit karena cedera ringan, juga kopilot yang mengalami memar dan keseleo di pergelangan tangannya.  

Sejauh ini belum diketahui penyebab terjadinya insiden tersebut.  Otoritas penerbangan China telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan.

--- Rikard Mosa Dhae