Breaking News

REGIONAL Kades Hadakewa-Lembata Dipilih Dampingi Presiden Jokowi ke India 04 Sep 2019 13:35

Article image
Kades Hadakewa-Lembata, Kelemen Kwaman (tengah) bersama Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. (Foto: Media Indonesia)
"Saya tidak tahu, ini mungkin rejeki saya dalam hidup saya, khususnya dalam karir saya," kesan Klemens.

LEMBATA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Desa (Kemendes) menetapkan Klemens Kwaman, Kepala Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewakili 3200 desa di NTT guna mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melawat ke India pada 3 September 2019.

Desa Hadakewa, Kabupaten Lembata, adalah salah satu dari 6 desa tematik yang ditetapkan Pemkab Lembata, yang memiliki sumber daya alam dan manusia yang bisa ditingkatkan untuk menyejahterakan desa.

Atas kepercayaan itu Kepala Desa Hadakewa Klemens Kwaman mengaku kaget saat dirinya terpilih untuk mendampingi Presiden Jokowi dalam perjalanan kenegaraan ke India pada awal September 2019.

"Tentu saja kaget. Saya sendiri tidak percaya bahwa akan terpilih untuk mempresentasikan program yang saya terapkan di Hadakewa di India nanti. Saya mewakili 3.200 kepala desa se-NTT," ungkap Klemens seperti dilansir Antara akhir Agustus lalu.

Klemens awalnya mengaku tidak percaya dengan penunjukan dirinya.

"Saya tidak tahu, ini mungkin rejeki saya dalam hidup saya, khususnya dalam karir saya," kesan Klemens.

Klemens menerangkan bahwa pada awalnya ada beberapa nominator yang lolos seleksi dari 50 desa dari setiap kabupaten di Provinsi NTT.

Kemudian dari proses seleksi itu sampai pada akhirnya tersisa empat desa di antaranya salah satu desa di Flores Timur, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sikka serta desanya, Hadakewa.

"Dan pada akhirnya saya dapat kabar kalau saya yang terpilih. Intinya saya bersyukur sekali dengan pencapaian dan kepercayaan ini," ujar dia.

Klemens mengaku bahwa kesempatan yang ia peroleh ini tidak semua orang mendapatkannya. Oleh karena itu, dirinya mengatakan akan memberikan yang terbaik.

Selama di India nanti, katanya, dirinya akan mempresentasikan konsep-konsep yang dilakukan di Hadakewa, sehingga nantinya konsep-konsep itu dapat diadopsi oleh orang-orang di India.

"Saya berharap agar perjalanan dan kesempatan ini dapat menjadi pendorong bagi desa lain agar bisa berinovasi dengan menggunakan dana desa demi menyejahterakan masyarakat desa," harapnya.

Sementara Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur menegaskan bahwa Pemkab Lembata, terus mendorong agar pemerintah desa semakin kreatif dan fokus memanfaatkan dana desa guna meningkatkan derajad kesejahteraan masyarakat Desa.

Salah satu cara yakni dengan menetapkan 6 Desa di Lembata sebagai Desa Tematik. Penetapan Desa Tematik itu disusul dengan penyertaan modal bagi pengembangan usaha ekonomi produktif senilai Rp 200 juta per tahun.

Selain itu, Pemkab Lembata pun menggelar Bursa Inovasi Desa guna menumbuhkan usaha ekonomi kreatif di desa. Kondisi ini didukung dengan kebijakan dana desa yang meningkatkan porsi anggaran, untuk rakyat yakni 30% untuk fisik dan 70% untuk pemberdayaan. 

--- Guche Montero

Komentar