Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

REGIONAL Kadisnakertrans Sikka dan Polsek Kewapante Gagalkan 10 Orang CTKI Ilegal 16 Apr 2018 19:18

Article image
Para calon TKI saat digagalkan keberangakatan ke Tarakan oleh Disnakertrans Sikka dan Polsek Kewapante di Pelabuhan Lorens Say, Maumere (Foto: kupang.tribunnews.com)
"Sebanyak 10 calon tenaga kerja pria ini masing-masing berasal dari Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Kewapente. Semua mereka tidak memiliki dokumen keberangkatan bekerja di luar daerah secara resmi (illegal),” tutur Germanus.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sikka, di Pulau Flores, Germanus Goleng bersama Kapolsek Kewapante, Iptu Petrus Kanisius Nadthi dan anggotanya,  Senin (16/4/18) menggagalkan keberangkatan 10 Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang hendak berangkat ke Tarakan, Propinsi Kalimantan Timur melalui pelabuhan Lorens Say, Maumere.

"Para calon tenaga kerja hendak menumpang KM Lambelu dari Pelabuhan Lorens Say, Sabtu (14/4/18) pukul 02.00 dinihari Wita. Kapal ini sudah masuk pelabuhan sejak pukul 21.30 Wita. Sebanyak 10 calon tenaga kerja pria ini masing-masing berasal dari Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Kewapente. Semua mereka tidak memiliki dokumen keberangkatan bekerja di luar daerah secara resmi (illegal),” tutur Germanus.

Ia menerangkan,rencana pengiriman 10 CTKI ini diperoleh melalui informasi yang diberikan Ketua Pemuda Pancasila, Sony yang berdomisili di Kewapante.

"Pak Sony menginformasikan terkait rencana keberangkatan CTKI pada hari Jumat malam. Saya mengontak Babinkamtibmas Hewokloang, Brigpol Paji Dare, lalu menghubungi Kanit Intel Polsek Kewanpante Bripka, Ardy de Yesus guna melakukan penelusuran. Mereka mencari seseorang di Kampung Nitaklong, Kecamatan Kewapante hari Jumat malam. Ternyata mereka sudah berangkat ke pelabuhan Lorens Say. Kami menemukan mereka ada di pelabuhan. Para CTKI ini kemudia dicegah keberangkatanya dari Sikka lalu semua tiket diambil dan dikumpulkan oleh polisi sebagai barang bukti," ungkapnya.

Motif perekrut dan alas an CTKI

Menurut Germanus, salah satu motif perekrut yakni menjanjikan pekerjaan di perusahaan kelapa sawit, sementara para calon tenaga kerja beralasan mengunjungi keluarga di Tarakan.

“Janggal sekali ada 10 pria dewasa yang direkrut secara illegal dan mengaku hendak mengunjungi sanak keluarga di sana. Alasa mengunjungi keluarga hanya modus yang digunakan agar calon tenaga kerja bisa berangkat apalagi tanpa mengantongi dokumen keberangkatan secara resmi,” katanya.

Ia mengatakan, 10 calon tenaga kerja yang digagalkan berangkatannya tersebut diketahui direkrut oleh Korsiku, warga Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Dalam pemeriksaan polisi,Korsiku mengaku datang ke Maumere mengunjungi keluarganya dan ketika hendak kembali, ia ingin membawa serta 10 orang calon tenaga kerja.

"Alasan yang disampaikan kepada10 orang CTKI ini yakni mengunjungi keluarga di sana dan mencari pekerjaan. Tiket kapal keberangkatan dibeli oleh Korsiku dan juga dibeli oleh calon tenaga kerja ini. Perekrut bahkan menjanjikan kepada calon tenaga  kerja yang dibawanya untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tarakan, PT  Bulungan  Surya Mas Pratama, " lanjutnya.

Sementara keterangan Korisku (perekrut) kepada penyidik  Polsek Kewapante mengaku mendapat  informasi  dari  Simon, temannya  yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit bahwa perusahaan membutuhkan tenaga kerja dan berdalil keberangkatan 10 calon tenaga kerja berkat permintaan sendiri.

“Mereka ke sana mengunjungi sanak famili sekaligus mencari pekerjaan. Sampai di sana, mereka akan memasukkan lamaran kerja ke perusahaan kepala sawit. Sebelum mendapat pekerjaan, mereka akan domisili di rumah keluarga di Kampung Bugis, Tarakan,” demikian pengakuan Korsiku. 

Meski demikian, lanjut Germanus, belum diketahui apakah para calon tenaga kerja ini akan diterima bekerja di perusahaan wasit, gaji hingga tempat tinggal bekerja di sana.

“Pepesan kosong, semuanya belum pasti, apalagi tiba di Tarakan baru memeasukan lamaran kerja. Oleh karena itu, dinas tenaga kerja dan polisi mencegah keberangkatan 10 calon tenaga kerja ini termasuk meminta motif dan keterangan perekrut guna penyelidikan lebih lanjut,” tegas Germanus.

--- Guche Montero

Komentar