Breaking News

PENDIDIKAN Kalbis Institute dan Sinergi Membangun "Citarum Harum" 28 Nov 2018 09:49

Foto-foto Kegiatan KKN Citarum Harum Sektor 20. (Foto: Anjar Astono)
Para peserta kegiatan KKN Citarum Harum dari Sektor 20 dapat kembali merasakan semangat bekerja untuk masyarakat Indonesia yang lebih luas.

KARAWANG, IndonesiaSatu.co -- Diawali dengan sebuah video yang viral tentang betapa kotornya Citarum oleh dua orang pemuda berkebangsaan Perancis, Gary Bencheghib dan Sam saudaranya, Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 15 tahun 2018 yang berisi tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Bersamaan dengan itu pula gema semangat untuk menjadikan “Citarum Harum” kembali disambut dengan tangan terbuka oleh Kemenristek Dikti dengan program yang dikenal dengan KKN Tematik Citarum Harum. Bekerjasama dengan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan LLDIKTI Wilayah 3 JABODETABEK, Kemenristek Dikti mencanangkan berbagai kegiatan yang mengarah pada terciptanya sungai Citarum yang bersih.

Sungai Citarum sendiri terbentang dari Situ Cisanti yang ada di Desa Tarumajaya Kabupaten Bandung hingga Pakis Jaya di Kabupaten Karawang yang panjangnya kurang lebih 300 KM. Dengan panjangnya sungai ini maka pemerintah sepakat untuk membagi sungai ini menjadi 3 wilayah yakni wilayah Hulu, Tengah dan Hilir dengan total 22 sektor. Semenjak tahun lalu kegiatan di wilayah Hulu dan Tengah sudah bergeliat. Ada banyak perguruan tinggi, aparat desa, kabupaten dan kota serta pihak keamanan dari TNI melakukan kegiatan yang terkait dengan program ini. Hasilnya, sungai Citarum kini jauh lebih bersih.

Pada bagian Hilir kegiatan baru dimulai pada pertengahan tahun ini. Adapun wilayah hilir dibagi menjadi 5 sektor yakni sektor 16, 17, 18, 19 dan 20. Secara kebetulan kelima sektor ini berada di wilayah Kabupaten Karawang yang juga sering disebut sebagai kota Pangkal Perjuangan. LLDIKTI Wilayah III sudah menginisiasi dengan mengeluarkan SK terkait dengan PIC Sektor masing-masing. Secara cepat, PIC dari masing-masing sektor membuat serentetan kegiatan yang dibutuhkan untuk mendukung program ini. Salah satu sektor yang bergerak dengan gesit adalah sektor 20. Beberapa kegiatan sudah dilakukan dengan tahapan-tahapan yang sudah didiskusikan tujuan dan manfaatnya.

Sektor 20 memulai kegiatan dengan kegiatan survey di beberapa tempat yang dinilai memerlukan kehadiran dari perguruan tinggi untuk mengubah mindset masyarakat terlebih tentang pengelolaan dan pengolahan sampah. Dari hasil survey ditentukan 2 tempat yang menjadi fokus masalah utama dari DAS Citarum ini yaitu masalah sampah. Adapun dua tempat tersebut adalah Kelurahan Rengasdengklok Selatan dan Rengasdengklok Utara. Tempat inilah merupakan kelurahan terdekat dari bantaran Sungai Ciliwung. Tepat di sana pula ada satu situs rumah tempat persiapan kemerdekaan, ketika Presiden Soekarno diculik oleh para pemuda ke Rengasdengklok. 

Kegiatan kedua adalah melakukan kerjasama dengan mitra yang berada di wilayah-wilayah itu. Adapun mitra yang diajak bekerjasama adalah KSM Sahabat Lingkungan dan Pemuda Rengasdengklok. Setelah kerjasama terbangun baru kegiatan berikutnya adalah sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai inti program pengelolaan dan pengolahan sampah.

Anjar Dwi Astono sebagai koordinator lapangan yang ditunjuk oleh Koordinator Sektor 20 Rektor Kalbis Insitute Ir. Sablin Yusuf M.Sc., M.CompSc mengatakan bahwa langkah pertama yang harus diambil bukan langsung membersihkan sampahnya melainkan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah dengan demikian sampah dikemudian hari akan lebih mudah dikelola dan diolah. Mustahil untuk mengelola sampah tanpa mengelola mereka yang menghasilkan sampah tambahnya. Kegiatan sosialisasi 3R ini dilakukan pada 23 November 2018 di kantor Kawedanaan Rengasdengklok tempat dimana pertama kali bendera merah putih dikibarkan sebelum kemerdekaan.

Ada dua tujuan dilakukannya kegiatan sosialisasi 3R di tempat itu. Pertama untuk mengingat kembali pangkal perjuangan bangsa Indonesia dan yang kedua adalah supaya para peserta kegiatan KKN Citarum Harum dari Sektor 20 dapat kembali merasakan semangat bekerja untuk masyarakat Indonesia yang lebih luas.

Kegiatan tersebut mengundang 4 narasumber. Narasumber pertama dari KSM Sahabat Lingkungan yakni Bapak Hendro Wibowo, kemudian Direktur Bank Sampah Latanza Hj. Joyce, PIC Bidang Kesehatan dari Universitas Yarsi, Ibu Yusnita dan yang terakhir dari Polman Astra Bapak Vuko Arief Tua Manurung. Keempat narasumber memberikan penjelasan mengenai kompetensi mereka masing.

Tindaklanjut dari kegiatan ini adalah turunnya mahasiswa-mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di sektor 20 kepada masyarakat pada tanggal 26 November 2018. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 100 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut mendatangi tempat tinggal warga dan menjelaskan satu persatu hal-hal yang terkait dengan sampah dan program 3R sembari mereka membagikan tempat sampah gratis dan pemeriksaan rumah apakah sudah masuk dalam standar rumah sehat atau belum.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa adalah insan akademis yang tidak hanya mengasah bidang teoritis belaka melainkan bahwa teorinya harus berguna bagi masyarakat luas. Itu adalah hakekat pendidikan menurut Anjar Dwi Astono. Kegiatan yang dilakukan satu hari penuh ini memberikan pemahaman baru baik kepada mahasiswa maupun pada warga sekitar bahwa masalah sungai Citarum bukan melulu masalah alam melainkan juga ada jejak-jejak masalah di masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai itu.

Harapan dari kegiatan ini akan membawa kebaikan bagi masyarakat luas, khususnya warga di Rengasdengklok yang sedang didampingi untuk memulai hidup yang lebih baik dengan pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik. Semua pihak berharap bahwa kegiatan kecil ini akan semakin membesar dan membuahkan hasil yang maksimal di masa yang akan datang.

--- Redem Kono

Komentar