Breaking News

INTERNASIONAL Kanselir Jerman: Terima Jutaan Pengungsi, Lebanon Layak Dipuji 05 Apr 2017 19:35

Article image
Perdana Menteri Lebanon al-Hariri (kiri) dan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin. (Foto: Bundesregierung/Bergmann)
Negara kecil seperti Lebanon telah menunjukkan semangat kemanusiaan yang luar biasa besar. Sejauh ini, Lebanon diketahui telah menerima sedikitnya 1,2 juta pengungsi Suriah.

BERLIN, IndonesiaSatu.coKanselir Jerman Angela Merkel memberikan apresiasi tinggi terhadap pemerintah Lebanon karena turut terlibat dalam aksi kemanusiaan dengan menerima jutaan pengungsi dari Suriah. Laman bundeskanzlerin.de menyebutkan, hal itu dikemukakan Merkel dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri di Berlin, Jerman, Selasa (4/4/2017) waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut Merkel dan al-Hariri membahas berbagai hal terkait hubungan bilateral kedua negara. Hal lain yang juga menjadi sorotan utama adalah masalah pengungsi Suriah yang tersebar di berbagai negara, termasuk Jerman dan Lebanon.

Pada sesi konferensi pers usai pertemuan, Kanselir Merkel mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah Lebanon yang berani menerima pengungsi Suriah.

"Anda dapat membayangkan beratnya tanggung jawab dan beban kebijakan ini, terutama jika dibandingkan dengan ukuran dan kondisi negara serta populasi Lebanon," ujar Merkel.

Ia menambahkan, negara kecil seperti Lebanon telah menunjukkan semangat kemanusiaan yang luar biasa besar. Sejauh ini, Lebanon diketahui telah menerima sedikitnya 1,2 juta pengungsi Suriah.

"Ini tugas dan beban besar bagi Lebanon yang tengah mengalami kesulitan dalam negeri. Oleh karena itu saya memberikan rasa hormat yang tinggi kepada pemerintah dan rakyat Lebanon yang berani dan ikhlas menerima pengungsi (Suriah) dalam jumlah sebesar ini," lanjut Merkel.

Sedangkan al-Hariri menyatakan, Lebanon turut menampung ratusan warga Palestina, selain rakyat Suriah.

"Kami menerima sekitar 1,2 juta warga Suriah di Lebanon. Selain itu, kami juga menampung sedikitnya 500 ribu warga Palestina yang mengungsi," tukas al-Hariri.

Al-Hariri mengakui, misi kemanusiaan itu juga membawa akibat negatif bagi kondisi dalam negeri, antara lain munculnya ketegangan sosial, ekonomi, dan politik.

Menanggapi kebijakan Lebanon dalam urusan pengungsi, Kanselir Merkel menyatakan komiten untuk membantu pemerintah al-Hariri. Merkel menyatakan, Jerman telah memberikan bantuan sebanyak 280 juta euro atau sekitar 4,7 triliun rupiah. Ia berjanji akan memberikan paket bantuan baru bagi Lebanon.

--- Rikard Mosa Dhae